Strategi

3 Langkah Sederhana untuk Prioritaskan Pekerjaan Anda

By Lulu Faras17 April 2018 7 Mins Read
8 0

OFiSKITA – Bagi Anda yang pernah mengajukan cuti hamil, pernahkan Anda mengalami hal berikut: Di tengah-tengah cuti Anda, perusahaan mengumumkan CEO baru, kemudian Anda menerima email yang mengharuskan Anda memotong cuti Anda karena CEO tersebut sedang mengadakan inspeksi pada orang-orang kunci. Mungkin Anda akan merasa cemas dan takut. Ditambah, sekembalinya ke kantor, Anda langsung diserbu banyak tugas sepele yang justru menghalangi Anda mengerjakan tugas utama Anda. Seketika hidup Anda jadi berantakan dan tidak teratur. Tiga langkah berikut dapat membantu Anda menyusun rencana untuk mengurangi pekerjaan yang tidak sesuai dengan prioritas Anda.

Langkah 1: Tentukan hal yang tidak dapat Anda negosiasikan

Anda dapat membentuk garis vertikal dan horisontal pada sebuah kertas, buat dua garis tersebut menyerupai empat kotak, kemudian tuliskan empat area terpenting dalam hidup Anda, misalnya “Saya”, “Teman/Keluarga”, “Karir”, dan “Dunia”. Di setiap kotak, tulis prioritas utama Anda terkait dengan bagian area terpenting dalam hidup Anda, batasi maksimal tiga prioritas untuk setiap kotak. Tujuannya agar Anda dapat fokus mengalokasikan waktu Anda untuk mencapainya dan memungkinkan Anda mendapatkan sisa waktu untuk mengerjakan tugas lain.

Langkah 2: Atur kalender Anda dan sesuaikan dengan to-do list Anda

Jika daftar prioritas dan jadwal kalender Anda tidak sesuai, segera identifikasi dan lakukan perubahan jadwal. Buatlah komitmen pada diri Anda sendiri untuk mengatakan tidak pada pekerjaan yang tidak sesuai dengan prioritas Anda. Pastikan Anda konsisten.

Langkah 3: Periksa secara berkala

Seiring waktu, model empat persegi ini menjadi alat penting yang dapat membantu Anda membuat batasan dan bertahan pada prioritas yang Anda tentukan. Lakukan pemeriksaan setiap dua minggu apakah prioritas Anda telah tercapai atau belum, pada pemeriksaan tersebut  Anda juga bisa memetakan kembali prioritas Anda, apakah Anda perlu mengalihkan prioritas Anda dengan yang lain. Tinjau lagi setiap dua bulan, apakah sudah sesuai dengan tujuan hidup Anda. Kuncinya biarkan prioritas Anda berubah tanpa membiarkan mereka menumpuk.

Anda dapat mengisi empat kotak tersebut sesuai keinginan dan kebutuhan Anda. Tiap orang pastinya akan berbeda. Bahkan dengan model seperti ini, seseorang masih harus berjuang untuk menyeimbangkan waktunya antara keinginan dan kewajiban. Lakukan yang terbaik untuk tiap prioritas Anda. (sumber: Fran Hauser/fastcompany.com)

Comments
Write Comment