Strategi

4 Langkah Membangun Konten Startup dari Awal

By Puja DIsha Bharwani13 Maret 2018 5 Mins Read
98 0

Investasi dalam menciptakan strategi konten dengan manifesto penting bagi bisnis online dan digital untuk eksis dan makmur, terlepas dari industri apa pun dijalani.

Konten mencakup segala hal mulai dari Salinan di Situs Web, Posting Blog, CTA atau Call To Action, Pembaruan Facebook, E-mail Subject Lines, Uraian Produk dan banyak lagi. Pasti ada suatu cara yang dapat menyatukan semua channel komunikasi ini secara bersamaan, dan ini disebut Strategi Konten.

Meskipun tidak pernah ada satu teknik sempurna untuk semua bisnis, namun ada beberapa praktik yang dapat bekerja untuk kebanyakan pemula dan bisnis yang sedang berjalan.

Strategi konten yang ringkas dan dipikirkan dengan baik tidak hanya akan memberi bisnis Anda brand voice yang jelas, namun akan memudahkan Anda menyederhanakan semua konten yang Anda berikan dan memastikannya memiliki dampak bisnis yang maksimal.

Hal yang perlu diingat saat membuat strategi konten startup Anda:

1. The Pistachio Factor

Anda tidak ingin menjadi vanili yang banyak ditemui di industri Anda, tapi Anda ingin menjadi kacang pistachio atau macadamia, sebuah merek yang menawarkan sesuatu yang unik. Kita hidup dalam dunia personalisasi branding dan melayani avatar tertentu. 

Cara Anda berbicara tentang merek Anda mengungkapkan apa yang Anda jual dan bagaimana produk Anda memberikan nilai tambah kepada customer. Dalam prosesnya, Anda mengkomunikasikan nilai inti perusahaan Anda dan jika dilakukan dengan benar dapat secara efektif menunjukkan metode bisnis Anda.

2. Mengklarifikasi Brand Story Messaging

Pendiri, karyawan dan siapa saja yang terkait dengan merek Anda harus memiliki cerita tentang merek yang jelas untuk diceritakan dan didiskusikan kepada pelanggan. Mengapa Anda memulai perusahaan ini? Apa filosofi dibalik cara Anda melakukan sesuatu? Setiap orang harus tahu tidak hanya apa, di mana dan bagaimana, tapi juga mengapa dan apa lagi selanjutnya? Pesan harus jelas dan disederhanakan. Cerita Anda inilah yang akan menjadi pengati secara mental bagi audiens Anda.

3. Kualitas vs Kuantitas untuk Pemasaran Media Sosial

Berhentilah menghabiskan dana untuk melakukan pemasaran melalui sosial media secara acak. Ada banyak hal yang dapat dicapai dengan pesan yang jelas dan sederhana di platform-platform niche yang menargetkan komunitas spesifik dan melibatkan mereka dengan cara yang lebih berarti.

Anda tidak harus berada di semua platform media sosial. Twitter tidak begitu berguna bagi brand fashion lifestyle, sama seperti Instagram yang tidak banyak berguna bagi bisnis jasa niche. Pilih satu, atau maksimal dua, platform media sosial dan gunakanlah dengan tepat, pahami pelanggan dan sejawat Anda melalui media sosial dan dengarkan apa yang mereka suka dan diskusikan. Tidak ada gunanya memiliki ribuan pengikut di Instagram jika mereka tidak terlibat, jika mereka bukan target pasar Anda dan yang terpenting, jika mereka tidak membeli produk Anda.

Langkah 1 adalah memilih platform yang tepat yang sesuai dengan bisnis, konsumen dan industri Anda.

Langkah 2 adalah membangun pengikut nyata melalui platform-platform yang melibatkan merek Anda. Ketahuilah mengapa Anda ingin menciptakan hal yang sangat penting ini pada platform apa pun, sebelum menghabiskan uang untuk membelinya.

4. Memberi Sebelum Meminta

Ingat, ini permainan give-and-give dengan memanfaatkan konten. Berikan informasi yang berharga dan bermanfaat, agar mereka akan terus kembali. Setelah beberapa bulan menggunakan platform Anda secara gratis atau informasi berharga melalui pemasaran e-mail, sampaikan Call-To-Action yang berbeda untuk mengubah beberapa pengikut Anda menjadi pelanggan berbayar.

 

Sumber: e27.co

Comments
Write Comment