Strategi

8 Cara Pemimpin Membuang Waktu Mereka

By Lulu Faras12 April 2018 4 Mins Read
13 0

OFiSKITA – Waktu adalah sumber daya yang tidak dapat diperbaharui. Tiap orang memiliki 1.440 menit tiap harinya. Namun apakah Anda menggunakan waktu Anda secara efektif atau justru hanya membuang-buang waktu? Lolly Daskal telah melatih pemimpin top dunia, dan ia menemukan beberapa pola bagaimana para pemimpin tersebut membuang waktu mereka dengan percuma.

Terlalu terganggu

Pemimpin punya segudang pekerjaan untuk diselesaikan, tak jarang mereka mudah teralihkan. Tak satupun dari mereka dapat mengerjakan tugasnya 100% tepat waktu, ketika mereka diganggu itu menjadi hambatan yang serius. Ini bisa menimbulkan stres yang tidak perlu akibat waktu yang tebuang akibat ‘diganggu’. Seorang pemimpin harus bisa membatasi waktu dan mengatur waktu dari lingkungan kerja. Kembangkan kebiasaan dan strategi untuk meminimalkan akses ke gangguan, tetap fokus pada tugas, dan tingkatkan kemampuan secara keseluruhan untuk berkonsentrasi adalah cara terbaik untuk mengatasi hal ini.

Menebak nasib

Salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan pemimpin adalah menebak-nebak nasib sendiri. Berpegang teguh pada prinsip memang sulit. Seorang pemimpin harus dapat mengambil keputusan secara mantap, dengan memberi ruang untuk orang lain mengemukakan pendapatnya. Seorang pemimpin harus yakin dengan pengetahuan dan nalurinya sendiri.

Terlalu memikirkan orang-orang yang menentangnya

Kritik memang berharga dan layak untuk didengarkan, namun akan selalu ada pihak yang menolak untuk mendukung. Mungkin akan sulit berurusan dengan hal-hal negatif ini, pemimpin harus bisa memfilter kritik yang bermanfaat untuk proses. Mereka harus bisa fokus pada tujuan, rencana, dan tindakan saat ini.

Berpikiran tertutup

Banyak pemimpin yang membatasi diri dengan menutup pikiran mereka dari ide dan kemungkinan baru dan sayangnya, pikiran yang keras akan lebih mudah menyerah. Pemimpin yang efektif harus tetap berpikiran terbuka. Mereka perlu memperluas wawasan mereka, jila perlu berikan akses ke berbagai sumber ide dan pengalaman. Orang yang berpikiran terbuka cenderung menjalani kehidupan yang lebih seimbang.

Terlalu berusaha menyenangkan semua orang

Terlalu berusaha menyenangkan semua orang adalah perangkap yang membuang waktu dan energi pemimpin. Baiknya seorang pemimpin harus bisa memvalidasi diri sendiri. Mereka harus bisa menerima kenyataan bahwa mereka tidak dapat memuaskan semua orang dengan keputusan mereka.

Terlalu khawatir dengan kesalahan

Kesalahan dapat dilakukan oleh semua orang dari waktu ke waktu dan itu tidak bisa dihindari. Terlalu banyak pemimpin yang mengkhawatirkan kesalahan, baik yang pasti terjadi atau yang mungkin terjadi di masa depan. Seorang pemimpin harus fokus pada pemecahan masalah dan menempatkan sistem yang dapat mencegah masalah datang.

Tidak terorganisir

Banyak pemimpin merasa kewalahan karena mereka tidak memiliki keterampilan organisasi yang baik. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh dengan gangguan, mungkin terasa hampir tidak mungkin untuk menjaga konsentrasi tetap utuh. Dengan merapikan ruang di sekitar, baik di dalam kepala ataupun di tempat kerja, dapat mengembangkan kebiasaan disiplin. Seorang pemimpin harus dapat mengatur hidupnya sendiri.

Menolak untuk mendelegasikan pekerjaan

Apa pun gaya kepemimpinan seseorang, mampu mendelegasikan tanggung jawab adalah keterampilan yang penting untuk memanfaatkan waktu dan energi. Pendelegasian pekerjaan bisa menjadi rumit. Tidak mengherankan bahwa banyak pemimpin berpikir lebih mudah melakukan semuanya sendiri. Namun, seorang pemimpin harus mempercayai bawahannya untuk melakukan pekerjaann mereka. Mendelegasikan pekerjaan adalah cara untuk mengembangkan diri. (sumber: Lolly Daskal /inc.com)

Comments
Write Comment