Teknologi

Apakah Anda Memiliki Strategi untuk Big Data?

By CIO Review14 Maret 2018 3 Mins Read
104 0

Dengan munculnya smartphone, perangkat IoT, dan lain-lain, dunia teknologi telah menghasilkan arus data yang sangat besar. Sementara analisis sebagian besar dilihat dari sudut pandang intelijen bisnis, banyaknya data telah memperluas cakrawala. Organisasi, akhir-akhir ini, terus berusaha mengoptimalkan data dari jenis dan bentuk apapun. Analisis big data, oleh karena itu, telah muncul sebagai go-to technology untuk mengurangi tantangan dalam spektrum pengelolaan data. Kebanyakan ahli teknologi merekomendasikan untuk memperluas kontur percakapan data yang besar sehingga mencakup analisis, kecerdasan buatan, IoT, dan pembelajaran mesin (machine learning), semuanya terikat dalam infrastruktur cloud. Meskipun banyak penghalang jalan membanjiri jalur adopsi data yang besar, organisasi harus menyadari bahwa ini adalah salah satu teknologi terbaik yang dapat membantu mereka menavigasi teka-teki data saat ini.

Setiap bisnis saat ini mengumpulkan banyak data dalam bentuk informasi pelanggan dan interaksi, transaksi pedagang, posting media sosial, dan beberapa lainnya. Untuk mengekstrak nilai dari arus data yang luar biasa ini, organisasi perlu menganalisis semuanya secara real-time. Memiliki strategi data yang besar menyiratkan bahwa organisasi tersebut sadar akan data dan dapat menerapkan panduan untuk mengelola arus data yang sangat besar dan mendapatkan wawasan berharga sepanjang masa. Bahkan jika sebuah organisasi kehilangan kerangka data khusus yang besar, tidak sepenuhnya tidak realistis. Big data menuntut investasi dan akuisisi talenta yang lebih besar yang dapat membebani anggaran dari banyak industri skala kecil dan menengah. Namun, menggabungkan semua data organisasi pasti merupakan langkah frekuen untuk memastikan kemajuan lebih baik.

Strategi big data yang kuat dan menyeluruh telah menjadi hal yang klasik akhir-akhir ini, untuk menggagalkan tantangan di bidang teknologi. Organisasi harus menyadarinya, meski adopsi data yang besar agak membosankan dan mahal, akhirnya mereka harus menghadapinya.

 

Sumber: bigdata.cioreview.com

Comments
Write Comment