Bisnis

Apple Diminta Bayar Troll Paten Lebih Dari USD500 Juta dalam Kasus iMessage

By Lulu Faras13 April 2018 9 Mins Read
6 0

OFiSKITA – Apple diperintahkan oleh pengadilan federal di Texas, Selasa lalu untuk membayar USD502,6 juta (Rp68,1 triliun) untuk troll paten bernama VirnetX, setelah delapan tahun pertempuran hukum atas paten FaceTime dan iMessage, seperti dilansir Bloomberg.

Apple dan VirnetX telah bertempur di pengadilan sejak 2010, perusahaan pemegang paten itu mengatakan pembuat iPhone melanggar empat patennya yang terkait dengan komunikasi berbasis internet. Pertarungan hukum ini telah berlarut-larut, dan melibatkan banyak tuntutan hukum dan sejumlah banding yang memusingkan. Terakhir, The Verge mendengar pertarungan itu terjadi lagi di bulan Oktober 2017, saat itu Apple diperintahkan untuk membayar USD439,7 juta. Perusahaan itu kemudian mengajukan banding.

VirnetX adalah entitas penegas paten, yang berarti seluruh model bisnisnya semata-mata mengandalkan perusahaan yang benar-benar mengembangkan dan menjual produk berdasarkan undang-undang pelanggaran paten dan interpretasi peraturan kekayaan intelektual. VirnetX berbasis di Zephyr Cove, Nevada, mereka mengajukan gugatannya di Texas East, distrik pemegang paten yang memiliki kesempatan lebih tinggi untuk sukses dalam kasus-kasus kekayaan intelektual.

VirnetX, dalam pengarsipan SEC, menjelaskan pendekatannya untuk menghasilkan uang dengan portofolio kekayaan intelektual sebagai fondasi model bisnisnya.

"Saham perusahaan Apple naik 44% hari ini di tengah berita keputusan federal yang menguntungkannya,” kata pihak Bloomberg. Namun, keputusan itu akhirnya bisa ditepis. Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Federal di Washington saat ini sedang meninjau kasus-kasus Patent Trial dan Appeal Board yang mengklaim bahwa hak paten yang dipertanyakan tidak valid. (sumber: Nick Statt/theverge.com)

Comments
Write Comment