Strategi

Bagaimana Cara Menggunakan Review dari Pelanggan sebagai Strategi Marketing Restoran Anda

By Carlos Cano09 Maret 2018 7 Mins Read
118 0

“If you thought marketing meant turning off your creativity, spending lots of money, and being annoying, then it’s a good thing you don’t like that. Nobody likes that. Just find creative ways to be considerate. That’s the best marketing.” — Derek Sivers

Mengatakan bahwa internet marketing sulit adalah kontradiktif dengan mengatakan bahwa itu mudah: Kenyataannya, tidak ada yang tahu apa itu. Beberapa orang menyukainya, yang lain membencinya, dan beberapa orang mengubahnya menjadi sains, sementara kru yang terus berkembang lebih suka hanya memposting barang di pasar online yang sama dan berharap untuk yang terbaik.

Jenis Teknik Marketing yang Berhasil

Derek Sivers, penulis yang dikutip di atas, bisa dianggap sebagai marketing revolusioner dan pelopor. Dalam bukunya Anything You Want, dia merinci teknik pemasaran yang dia gunakan untuk menumbuhkan toko musik online pertamanya, CD Baby-yang ia mulai sebagai hobi - menjadi raksasa senilai $22 juta yang kemudian dia berikan untuk amal pada tahun 2005.

Beberapa teknik Derek semudah memperhatikan semua yang dibicarakan pelanggannya dan terus mencari cara untuk membuat mereka tersenyum; seperti memastikan telepon selalu diangkat oleh seseorang pada dering kedua, mengirimkan hadiah tak terduga, dan personalisasi setiap email. Pelanggan (baik musisi maupun pembeli) maka mau tak mau membicarakan pengalaman mereka di blog, Youtube, dan yang lebih penting lagi, kepada orang yang mereka kenal di kehidupan nyata.

Ada dua pelajaran di sini: Pertama, tidak ada marketing yang lebih baik daripada pelayanan yang baik. Dan kedua, marketers perlu memanfaatkan kata dari mulut ke mulut untuk mempertahankan pertumbuhan mereka. Kami akan percaya bahwa sebagian besar restoran sudah mengetahui pentingnya layanan hebat, jadi kami akan membahas yang kedua sekarang:

Mengumpulkan Review

Ada perbedaan besar antara komersial dan rekomendasi dari teman, terutama untuk urusan restoran. Pada komersial, rekomendasi diberikan oleh seseorang yang dibayar untuk membicarakan tentang sebuah restoran tertentu. Namun, dalam kehidupan nyata, kebanyakan rekomendasi berasal dari orang-orang yang dikenal dan dan dipercaya oleh pelanggan, orang-orang yang mereka anggap memiliki sudut pandang yang valid.

Namun ini diterjemahkan secara berbeda di internet.

Di internet, pelanggan potensial memiliki kemungkinan yang kecil bahkan tidak ada kemungkinan sama sekali bahwa ia sudah mengenai sebuah restoran sebelumnya, inilah yang membuat gambar, URL (yang mungkin juga membantu mempromosikan bisnis pribadi mereka), dan pendapat pribadi mereka lebih penting. Tidak ada keterbatasan waktu ataupun ruang, sehingga restoran bisa masuk secara mendalam untuk benar-benar menunjukkan siapa orangnya, mengapa pendapat mereka penting dan apa pendapat mereka tentang layanan yang mereka dapatkan.

Jika dasar marketing yang baik adalah memastikan orang puas sehingga mereka akan menceritakannya kepada semua orang, maka review dari pelanggan bukan saja masuk akal melainkan juga manjadi pilar kesuksesan internet marketing. Karena itulah kami telah membuat daftar periksa kecil untuk membantu pengusaha menangkap esensi dari review pelanggan dan menggunakannya untuk menarik pelanggan baru yang lebih spesifik.

Langkah 1: Mendapatkan ulasan. Yang paling pertama, pelanggan perlu dimintai ulasan. Restoran mungkin mengalami kesulitan untuk mendapatkannya, karena kemungkinan review pelanggan bergantung pada banyak faktor, namun juga dapat menjadi proses yang sangat ilustratif, dan akan menunjukkan hal-hal apa yang berharga bagi pelanggan. Hal ini, pada gilirannya, akan membantu perusahaan memperoleh informasi yang akan mereka bantu memberikan layanan yang lebih baik di masa depan. Sementara pada proses ini, selalu penting bahwa brands ingat untuk selalu terbuka terhadap kritik yang membangun dan menerimanya sebagai sebuah kesempatan untuk memperbaiki diri.

Langkah 2: Branding. Mungkin bagian tersulit dari proses ini adalah mengintegrasikan ulasan pelanggan restoran ke dalam marketing dan branding sangat penting untuk bergerak menuju pendekatan integral. Ini adalah proses yang membutuhkan kesabaran, tapi itu akan membantu perusahaan menemukan jenis pelanggan yang paling sesuai untuk keuntungan mereka dalam jangka panjang.

Langkah 3: Tampilan. Ulasan harus terlihat jelas, atau diletakan tempat yang mudah ditemukan oleh siapa saja. Di internet, orang berhati-hati untuk memastikan mereka membelanjakan uang untuk perusahaan yang andal, sehingga ulasan dari mereka adalah salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan perusahaan. Menampilkan ulasan negatif beserta yang positif, secara paradoks, juga bisa membantu untuk menyampaikan gambaran transparansi dan kejujuran, yang selalu dipandang sebagai sinyal kepedulian untuk perbaikan. 

Langkah 4: Mempromosikan. Mungkin bagian yang paling diabaikan dari dunia tinjauan pelanggan untuk restoran adalah promosi review. Namun, ulasan sangat mudah dipromosikan: Mereka dapat di-tweet, dibuat menjadi iklan Facebook, dipublikasikan di situs web, dibangun dalam konten dan lain-lain. Wawasan restoran, dan juga hasil usaha pemasaran sebelumnya dapat membantu mereka mengklarifikasi dan memilih jalur promosi yang tepat, sekaligus menjaga pendekatan terpadu terhadap brand mereka dan menunjukkan ulasan bermanfaat untuk produk dan layanan mereka.

Banyak hal telah berubah sejak internet marketing berada pada puncaknya: Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa terlalu banyak persaingan, yang membuat setiap restoran ingin melakukan sebanyak mungkin upaya agar tampil lebih menonjol; Sementara SEO, pemasaran konten, media sosial, dan istilah lainnya sekarang menjadi bagian dari kosa kata kami sehari-hari. Singkatnya, sekarang saatnya untuk memikirkan kembali semua yang kami kira kami ketahui tentang marketing, sebagai media baru yang ada di tangan semua orang.

 

Sumber: qsrmagazine.com

Comments
Write Comment