Strategi

Bagaimana Mengimplementasikan Pengawasan di Tempat Kerja Tanpa Menganggu Privasi Karyawan

By Megan Moran14 Maret 2018 5 Mins Read
108 0

Meskipun Pengawasan terhadap karyawan dapat menjadi kontroversial, ada beberapa alasan mengapa bisnis dapat menerapkan pemantauan seperti mengukur produktivitas pekerja, memastikan keselamatan karyawan atau perlindungan terhadap pencurian. Ini bisa menjadi tindakan penyeimbangan yang sulit, karena banyak karyawan berharap dipercaya dan diberi tingkat privasi di tempat kerja.

Email, penggunaan internet dan pemantauan telepon adalah beberapa alat pengawas yang lebih umum, dan bila diberlakukan secara efektif, dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko perusahaan.

Peralatan pemantauan komprehensif termasuk pengawasan video menjadi lebih terjangkau, menjadikannya pilihan yang dapat dicapai untuk organisasi besar maupun kecil. Menimbang kebutuhan atau keinginan pemantau staf sekaligus juga mendukung keinginan mereka untuk bisa dipercaya. Itu bukanlah tugas yang mudah, tapi  sudah dimulai dengan komunikasi yang baik.

Kejujuran adalah Kebijakan Terbaik
Seperti semua pedoman di tempat kerja, memiliki kebijakan sangat penting. Menggarisbawahi bagaimana karyawan dipantau, termasuk berbagi kebijakan dalam buku pegangan karyawan, dan mengkomunikasikan dengan jelas apa yang bisa dan tidak mereka harapkan dalam hal privasi sangatlah penting. Berterus terang mengenai harapan, informasi yang akan dipantau dan alasan mengapa kebijakan pengawasan diberlakukan adalah semua langkah proaktif yang harus dilakukan.

Perlu untuk Diketahui

Kebutuhan bisnis merupakan faktor penting saat mempertimbangkan pengawasan di tempat kerja. Memiliki jaringan kamera CCTV di kantor mungkin sebuah perjuangan bagi perusahaan, berbeda dengan kebutuhan pengawasan terhadap insiden kriminal, seperti pencurian atau serupa lainnya yang memang menjadi kebutuhan. Mengkomunikasikan dengan karyawan mengenai alasan di balik kebijakan pengawasan akan membuat mereka lebih memahami, dan menerima situasinya.

Mintalah Masukan dari Tim
Saat menentukan kebijakan pengawasan, mintalah masukan dan pertimbangan dari setiap departemen. Misalnya, masukan dari departemen TI mencakup aspek teknis pemantauan, termasuk keamanan email dan voicemail, atau berkonsultasi dengan orang hukum untuk memastikan kebijakan memenuhi persyaratan hukum negara atau nasional.

Pemantauan karyawan dapat melindungi perusahaan dan karyawannya, namun jika kebijakan tidak dilaksanakan dengan benar atau jika kebijakan tersebut melampaui batas hukum, perusahaan dan para pemimpinnya mungkin menghadapi masalah hukum.

Beradaptasi dengan Kebutuhan Pekerja

Peran karyawan di dalam perusahaan dapat berdampak pada bagaimana praktik pengawasan dilaksanakan. Misalnya, beberapa pemimpin bisnis mungkin merasa tidak nyaman dengan pekerja yang menggunakan media sosial selama jam kerja, dan berakibat diblokirnya akses kepada situs-situs tertentu.kibatnya bisa saja. Namun, karyawan yang bekerja di bidang komunikasi, termasuk marketing atau hubungan masyarakat, mungkin memerlukan full akses ke semua situs untuk menjalankan tugas sehari-hari mereka. Oleh karena itulah fleksibilitas saat menerapkan kebijakan pemantauan menjadi kunci utama.

Pertanyaan-pertanyaan yang perlu dipertimbangkan sebelum saat melakukan pengawasan:

  • Apakah perusahaan memiliki kebutuhan yang masuk akal dan sah untuk memantau karyawannya?
  • Apakah karyawan masih bisa memiliki privasi?
  • Apakah sistem pengawasan yang diterapkan oleh perusahaan sudah sejalan dengan peraturan daerah atau negara?

Menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan harapan karyawan terhadap privasi di tempat kerja, sulit dilakukan, namun menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan awal yang baik sebelum menerapkan kebijakan pemantauan. Dengan komunikasi dan panduan yang jelas, perusahaan dapat menjaga suasana kerja tetap positif, sekaligus mengurangi risiko, meski menerapkan pengawasan di tempat kerja.

 

Sumber: bizjournals.com

Comments
Write Comment