Teknologi

Bagaimana Teknologi Baru Mengubah UX

By Eli Meixler12 Maret 2018 5 Mins Read
253 0

User experience telah ditetapkan sebagai medan pertempuran bagi perusahaan=perusahaan untuk membedakan diri mereka dengan  yang lain dalam dunia desain digital. Namun, teknologi baru seperti perangkat lunak blockchain, artificial intelligence, dan "Internet of Things" menghadirkan peluang baru bagi perusahaan untuk memenuhi harapan pelanggan yang terus meningkat, seperti dikatakan panelis pada penutupan pagi Konferensi Peramalan Brainstorm, Time, and Wallpaper di Singapura pada hari Kamis lalu. Mark Curtis, kepala staf klien Fjord, memilih "cara menggabungkan digital dan fisik" sebagai tantangan penting yang dihadapi organisasi digital saat ini.

"Ini adalah tahun dimana kita harus berhenti untuk memisahkan digital dan fisik pada saat kita memikirkan proses perancangan," kata Curtis kepada wakil editor Fortune, Brian O'Keefe. Seperti radio yang membutuhkan interaksi dari pendengar dengan memutar tombol frekuensi favorit mereka, perangkat aktivasi suara juga bisa berada di manapun di rumah Anda - "tidak masalah" jika mereka dipindahkan, kata Curtis, karena Llokasi perangkat tidak mengubah pengalaman pengguna.

“[Amazon’s (AMZN, +1.69%) Echo adalah sebuah contoh dari penggabungan fisik dan digital," kata Curtis, mengidentifikasi "rumah dan mobil" sebagai dua lingkungan yang menggunakan produk Internet of Things yang inovatif. Hal ". Fujiyo Ishiguro tahu bagaimana rasanya menjembatani kesenjangan antara produsen dan konsumen, apakah para insinyurnya yang tidak tahu bagaimana menerapkan teknologinya untuk membuat produk yang tepat, atau komite kabinet Jepang mencoba menerapkan strategi ekonomi baru. Saat ini, "pemasaran digital berubah secara dramatis," kata CEO Netyear, karena data pengguna baru telah memungkinkan perusahaan untuk mendesain ulang keseluruhan "perjalanan pelanggan" secara online.

Kecerdasan buatan juga "memberikan kontribusi yang luar biasa" kepada pemasar digital, karena ini adalah "pekerjaan berbasis data sepenuhnya," hanya bergantung pada "ukuran data dan kecepatan analisisnya," katanya. Proses pengisian ulang dapat membantu organisasi pemasaran digital memanfaatkan data mereka dengan lebih baik, dan dengan demikian "lebih memahami pengguna." Teknologi baru yang menarik, kata Sanjay Gour, direktur eksekutif transformasi bisnis digital untuk UBS Wealth Management (UBS, -0,19%), namun tidak ada artinya jika mereka tidak memperbaiki pengalaman pengguna/ user experience dengan perusahaan untuk "membangun kepercayaan dan hubungan ."

Klien dengan manajemen kekayaan adalah konsumen yang canggih: mereka "menjadi lebih muda, semakin kaya, mereka membandingkan pengalaman mereka dengan organisasi lain," tambahnya. "Kecuali Anda membawa konten yang membuatnya relevan untuk klien, itu membuatnya intuitif dan memberi mereka wawasan terlepas dari salurannya, mereka akan merasa ini adalah buang-buang waktu."

Untuk memenuhi harapan tersebut, UBS telah membuka laboratorium inovasi di London, Singapura, Zurich, dan Hong Kong, dan menyelenggarakan lokakarya Desain Bergerak Manusia yang telah menghasilkan produk baru, seperti alat AI belajar mandiri yang dapat "memindai portofolio dari klien dan memberi mereka saran keesokan harinya bagian mana dari portofolio mereka tidak cukup baik. "

Pelanggan juga mulai membuat tuntutan dampak sosial organisasi secara signifikan lebih besar, kata Curtis, menandakan munculnya apa yang disebut "ekonomi etika".

"Sebagai desainer, kita akan memiliki percakapan besar dalam tiga sampai lima tahun ke depan tentang etika desain," kata Curtis, meramalkan munculnya "petugas etika utama."

Untuk menavigasi tuntutan etika pelanggan di atas pertimbangan komersial, Curtis mengatakan bahwa perusahaan harus memastikan nilai perusahaan mereka "mengalir melalui pengalaman" produk dan layanan mereka. "Tidak ada pilihan, dan karena itulah masalah desainnya," tambahnya. Jika sebuah perusahaan akan "pergi ke sana dan membuat pernyataan, tentang, katakanlah, kesetaraan jender, maka Anda harus menjadikan bagian itu dari pengalaman Anda."

 

Sumber: fortune.com

Comments
Write Comment