Strategi

Bagaimana Teknologi yang sedang Berkembang dapat Menambah Pengetahuan Kalangan Pekerja

By Seth Waite02 Maret 2018 7 Mins Read
162 0

Kemajuan teknologi yang pesat telah mengubah cara kerja orang dan industri, seringkali bahkan dengan hasil yang tidak dapat diprediksi. Dalam lima tahun ke depan saja, para ekonom memprediksi lebih dari lima juta pekerjaan akan digantikan oleh teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan robot. Sementara industri seperti sejumlah besar pekerja manufaktur dan ritel juga akan digantikan oleh teknologi, pekerja terampil di industri seperti manajemen konstruksi dan manajemen kantor juga berisiko diganti dengan sistem otomasi.

Meningkatkan Kemampuan dengan Pelatihan Teknologi

Pekerja modern menyadari bahwa kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru akan sangat berharga. Data LinkedIn menunjukkan bahwa generasi Millenial memiliki rata-rata 2.85 perubahan pekerjaan selama lima tahun pertama mereka keluar dari perguruan tinggi - hampir dua kali lipatnya dari Generasi X. Ini membuat mereka dikenal sebagai pekerja yang menonjolkan pengetahuan, sementara tenaga kerja di sektor industri pertanian dan manufaktur tradisional mengalami penurunan.

Menurut laporan dari Association of American Colleges & Universities, banyak pemberi kerja juga mendukung pembelajaran yang luas dan keterampilan multidisipliner (berlawanan dengan pelatihan kerja yang spesifik) sebagai alat terbaik untuk kesuksesan karir.

Otomatisasi Tempat Sama dengan Lebih Banyak Inovasi

Teknologi memberkati pekerja dengan kekuatan super antara lain: kemampuan untuk memproses sejumlah besar data secara real time, meningkatkan produktivitas dan mengurangi tenaga kerja yang menghabiskan banyak waktu. Penghapusan banyak pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang dapat memberi kesempatan kepada pekerja untuk melakukan hal-hal yang hanya dapat dilakukan oleh manusia, seperti menyediakan informasi kontekstual atau menargetkan khalayak tertentu.

Kombinasi keterampilan biologis seperti kemampuan berpikir kritis dengan data pengambilan keputusan yang luas telah benar-benar mengubah cara kerja. Bagi pekerja jaman sekarang, teknologi seperti smartphone, komputer dan sistem digital lainnya sudah menjadi bagian penting dari aktivitas kerja sehari-hari.

Di masa mendatang, seorang manajer harus belajar bagaimana menggunakan teknologi secara cerdas dan bijaksana untuk melatih dan mempertahankan pekerja. Gejolak industri besar-besaran sudah menyebabkan beberapa pengusaha mencari metode untuk "memperbaiki" pekerja, dengan cara memberi kesempatan untuk mereka tumbuh dan berkembang.

Mengubah Pekerja Menjadi Pembelajar

Model pelatihan standar dengan modul dan tes yang dikemas rapi adalah sesuatu yang sudah lalu. Meskipun metode pengajaran ini mungkin merupakan cara pelatihan termudah, metode ini seringkali membuang waktu bagi pekerja dan manajer mereka. Sebuah survei menemukan bahwa sepertiga dari karyawan mengatakan bahwa program pelatihan yang ada saat ini bukanlah penggunaan waktu yang produktif, sementara sepertiga lainnya mengatakan bahwa materi pelatihan sama sekali tidak menarik. Dan itu adalah pertanda yang buruk.

Fortunately, we are seeing a profusion of new technology allowing workers to stay engaged and learn in real time. New technology also keeps training relevant in constantly evolving modern workplaces. Some of the best innovations in workplace educational tech employ strikingly simple solutions:

Untungnya, kita melihat banyak teknologi baru yang memungkinkan para pekerja untuk tetap terlibat dan belajar secara real time. Teknologi baru juga membuat pelatihan relevan di tempat kerja modern yang terus berkembang. Beberapa inovasi terbaik dalam teknologi pendidikan menggunakan solusi sederhana:

Perangkat Seluler

Pekerja dapat mengakses alat belajar revolusioner hanya dengan menggunakan smartphone. Selain kenyamanan dan keakraban, perangkat mobile juga memungkinkan pekerja mengakses informasi spesifik lokasi

Misalnya, permainan yang memungkinkan pekerja mempelajari lokasi produk dengan cara berjalan langsungke lokasi yang tepat, membuat belajar menjadi lebih menarik serta menciptakan perubahan perilaku dalam waktu yang sama.

Augmented Reality

Augmented reality dapat memberikan kesempatan belajar yang berharga. Perangkat AR, contohnya seperti yang dipasang di kacamata pengaman, memungkinkan informasi yang tersembunyi dapat tampil langsung di depan mata. 

Beberapa industri manufaktur sudah bereksperimen dengan menggunakan helm AR dan lensa untuk meningkatkan keamanan di manufaktur dan memberi pekerja akses langsung ke informasi penting.

Platform Pembelajaran Kolaborasi

Platform pembelajaran kolaboratif memungkinkan anggota tim untuk bekerja sama satu sama lain mengenai masalah yang sulit dan tujuan utama bisnis, dan memperpendek waktu yang mungkin dihabiskan untuk menyelesaikan masalah ini. Platform sosial memungkinkan karyawan menciptakan dan berbagi solusi pembelajaran satu sama lain dan sistem manajemen pembelajaran sekarang dapat memanfaatkan machine learning untuk memajukan pengalaman setiap karyawan melalui tujuan pembelajaran yang dipersonalisasi.

Menurut sebuah studi baru-baru ini, perusahaan dengan kepercayaan tinggi, memiliki kemungkinan kinerja 2,5 kali lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak menghargai komunikasi terbuka. Pelajaran yang bisa diambil dari sini adalah buatlah sistem yang memudahkan karyawan untuk berbagi. 

Satu kesamaan dari teknik berbasis teknologi yaitu mereka memperbolehkan pekerja belajar pada saat-saat yang krusial. Para pekerja dapat menyerap ilmu dalam bentuk yang lebih mudah dipahami seperti video pendek, daripada mempelajari banyak hal sekaligus semuanya. 

Dan bagi para pemimpin, pembelajaran berbasis teknologi ini memberikan data yang dapat digunakan untuk mencari tahu apa pengaruh pengetahuan pada pekerja tertentu. Manajer dapat mengubah pengalaman belajar bagi pengguna individual atau keseluruhan tim dengan satu sentuhan tombol.

Di pasar kerja yang berputar cepat dimana industri papan atas tidak mungkin bertahan sama dari satu dekade ke dekade berikutnya, setiap pekerja adalah pekerja yang berpengetahuan. Pekerja akan menemukan cara untuk memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keterampilan mereka dan membuat diri mereka lebih berharga bagi pemberi kerja di masa depan. Mengapa tidak memberi kesempatan belajar inovatif bagi karyawan saat sedang bekerja? Perusahaan yang cerdas merespons tren pasar.

 

Sumber: forbes.com

Comments
Write Comment