Strategi

Benefit dari Perusahaan yang Memberi Rasa Aman Secara Finansial

By Jennifer Colletta07 Maret 2018 4 Mins Read
252 0

Sebuah studi baru menemukan bahwa benefit untuk karyawan dapat memberikan rasa aman dari sisi finansial - meski ini tidak selalu berlaku di level pekerja dengan tingkat pendapatan yang berbeda.

Temuan ini muncul dalam sebuah survei yang dilakukan pada bulan Februari oleh Massachusetts Mutual Life Insurance Co, yang berusaha mengeksplorasi dampak program benefit yang diberikan untuk karyawan terhadap keuangan pekerja. Penelitian tersebut melibatkan 1.010 pekerja Amerika berusia antara 25-65 tahun, dengan pendapatan rumah tangga antara $35.000 - $150.000.

Secara keseluruhan, 58 persen dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa program benefit untuk karyawan membuat mereka merasa lebih aman, bahwa sekitar 65 persen pekerja dengan pendapatan rumah tangga antara $75.000 dan $150.000 memandang benefit ini sebagai kontribusi terhadap keamanan finansial mereka, sementara 42 persen dari mereka yang menghasilkan kurang dari $45.000 juga setuju akan hal itu.

Mereka yang merasa kurang aman secara finansial juga cenderung tidak memiliki akses terhadap program benefit seperti rencana pensiun, asuransi gigi, keterbatasan fisik, kecelakaan dan kesehatan jiwa.

Di semua tingkat pendapatan pekerja, hampir 90 persen responden yang disurvei mengatakan bahwa atasan mereka menawarkan asuransi kesehatan, sementara sekitar 80 persen menawarkan asuransi jiwa, dan 78 persen dan 76 persen menawarkan asuransi keterbatasan fisik jangka pendek dan jangka panjang.

Survei tersebut juga mengeksplorasi bimbingan dan pendidikan keuangan yang diterima pekerja dari atasan mereka, juga ditemukan beberapa perbedaan di berbagai segmen pendapatan.

Sekitar seperempat pekerja mengatakan bahwa atasan mereka menawarkan beberapa jenis pendidikan atau perencanaan keuangan. Pekerja berpendapatan atas lebih mungkin daripada pekerja berpendapatan rendah dan menengah untuk memiliki akses terhadap perencanaan pensiun, investasi, perencanaan hidup sehat, bantuan penganggaran, saran mengenai prioritas keuangan, konseling hutang dan nasihat tabungan perguruan tinggi. Pekerja berpendapatan rendah, bagaimanapun, kurang tertarik terhadap perencanaan pensiun dan investasi, serta konseling hutang. Sebanyak 58% dari segmen ini juga memiliki keinginan untuk mendapatkan lebih banyak  bantuan finansial dari atasan mereka.

Pendidikan mengenai keuangan juga dipandang berbeda oleh beberapa kelompok umur berbeda. Misalnya, lebih dari 70% generasi milenium tertarik pada layanan perencanaan keuangan yang dikelola oleh pengusaha, sementara generasi baby boomer lebih berminat pada konseling jaminan Sssial daripada pekerja lainnya.

Apa yang bisa dipetik oleh pengusaha dari fakta-fakta ini? Kenali pekerja Anda, kata MassMutual's Voluntary Benefits Leader, Jon Shuman.

"Sementara keuntungan di tempat kerja dapat membantu karyawan merasa lebih aman secara finansial, berbagai situasi keuangan pribadi karyawan sangatlah unik," kata Shuman.

Ia menambahkan bahwa dengan membiarkan karyawan menyesuaikan program tunjangan, pekerja dimungkinkan untuk menangani situasi keuangan secara mandiri.

"Atasan dapat membantu melalui pendidikan dan membuat berbagai benefit yang tersedia secara sukarela maupun berbagi biaya dengan karyawan untuk memenuhi kebutuhan keuangan individual sebanyak mungkin," katanya.

 

Sumber: hreonline.com

Comments
Write Comment