Strategi

Indonesia Targetkan Punya 1.000 Startup Berbasis Digital pada 2020

By Fhirlian Rizqi Utama13 April 2018 4 Mins Read
15 0

OFiSKITA – Indonesia menargetkan menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020 dengan memiliki 1.000 startup berbasis digital. Valuasi bisnisnya mencapai USD100 miliar (Rp1.356 triliun) dan total nilai e-commerce sebesar USD130 miliar (Rp1.762 triliun).

Target tersebut dinilai penting untuk dicapai guna menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital. Sebab saat ini Indonesia baru memiliki 2% pelaku startup dari total keseluruhan populasi masyarakat Indonesia.

“Misalnya, di era digital sekarang, perkembangan startup lokal kian tumbuh siginifikan seiring dengan momentum bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada tahun 2020-2030. Pasalnya, bisnis startup ini diminati oleh generasi milenial,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Gati menyatakan, pihaknya konsisten memberikan pembinaan kepada kreator muda dalam negeri untuk mendorong industri kreatif Indonesia bisa go global dan go digital. “Kami terus membina ide-ide kreatif dari para pelaku IKM ini bisa diwujudkan dalam bentuk produk nasional yang berdaya saing global serta dapat memanfaatkan teknologi digital,” terangnya.

Dalam upaya mendorong IKM nasional agar mampu menggunakan teknologi digital, Kemenperin telah membuat fasilitasnya melalui e-Smart IKM. “Hingga saat ini sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM,” ungkap Gati. Sampai tahun 2019,  Kemenperin menargetkan dapat mengajak 10 ribu pelaku IKM seluruh Indonesia untuk mengikuti lokakarya tersebut.

Gati menambahkan, pembinaan dalam program e-Smart IKM ini tidak hanya dalam sesi workshop saja. “Kepada para IKM yang hasil produksinya tidak laku dipasarkan di marketplace, akan dilakukan pembinaan lanjutan berupa pelatihan sumber daya manusia, pendampingan dalam proses produksi, desain produk dan kemasan serta bantuan mesin dan peralatan melalui program restruksturisasi,” paparnya.

Agar dapat mengetahui lebih detail mengenai program e-smart IKM, Ditjen IKM Kemenperin memiliki layanan call center melalui nomor 1500-775 yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Selain itu, para pelaku IKM yang ingin bergabung dalam program e-Smart IKM, juga bisa mengunjungi situs www.kemenperin.go.id/pendaftaran_esmart.

Saat ini, Asean menjadi wilayah yang potensial untuk para startup tumbuh dan berkembang. Hal itu bisa dilihat di mana ASEAN punya sekitar tujuh unicorn atau perusahaan startup yang memiliki valuasi di atas USD1 miliar. Empat di antaranya dari Indonesia, yakni Bukalapak, Traveloka, Tokopedia, dan Gojek. (sumber: kemenperin.go.id)

Comments
Write Comment