Strategi

Ingin Hadiri Rapat Saat Semua Orang Marah pada Anda? Simak Tips Berikut

By Lulu Faras16 April 2018 3 Mins Read
59 0

OFiSKITA – Sebagian besar rapat tidak akan seperti sidang kongres. Namun menghadiri rapat yang dipenuhi orang-orang yang tidak senang dengan Anda dan tak takut untuk memojokkan Anda bukanlah pengalaman yang mudah. Ketika Anda dipojokkan dalam sebuah rapat, seringkali rekan-rekan Anda akan menanyai banyak hal terkait kecurigaan mereka atau kesalahan Anda. Berikut cara mengatasi hal tersebut.

Tarik napas dalam-dalam

Dipojokkan memang membuat stres, hingga terkadang kita berpikir untuk ‘lawan atau lari’, padahal kita mampu membangun respons yang rasional dan produktif. Untuk mencegah hal ini, tarik napas dalam-dalam sebelum menerima pertanyaan dan menjawab pertanyaan rekan kerja Anda. Ini akan menenangkan saraf Anda, mengurangi perilaku tegang dan defensif yang dapat merusak pesan Anda, dan membantu Anda mendengar dan memproses komentar lawan bicara.

Pikirkan orang lain selain lawan bicara

Terdapat dua audiens untuk tiap pertanyaan dalam rapat, yakni orang yang mengajukan pertanyan dan khalayak yang lebih luas. Ingatlah untuk menjaga audiens lain tetap terlibat dalam diskusi satu lawan satu yang intens. Tetap jaga jawaban Anda agar sefokus mungkin, dan tanya kembali ke penanya apakah dia sudah mendapatkan jawaban yang ia mau.

Jangan sampai teralihkan

Seperti yang ditulis Leah Fessler dalam “Quartz At Work”, ketika Anda mendapat umpan balik, berhati-hatilah dengan pengalihan. Lebih baik menanggapi cara seseorang memberikan umpan balik daripada substansi umpan balik itu sendiri. Coba dengarkan nada bicara atau kebencian lawan bicara untuk mengidentifikasi masalahnya.

Jawab pertanyaan mereka dengan sejujurnya

Semua orang akan mencurigai Anda jika Anda langsung menggeliat dari pertanyaan atau membelok ke topik yang berbeda.

"Tidak ada yang mengikis kredibilitas yang Anda bangun dengan audiens atau membuat mereka meragukan pesan Anda lebih dari menghindari pertanyaannya," kata Pelatih Eksekutif Eric Holtzclaw. (sumber: Corinne Purtill/work.qz.com)

Comments
Write Comment