Bisnis

Ini Strategi Lazada Kerek UKM di Malaysia

By Fhirlian Rizqi Utama16 April 2018 3 Mins Read
11 0

OFiSKITA – Pasar e-commerce Malaysia tumbuh dengan pesat. Pemerintah dan sektor swasta tampak antusias berinvestasi dalam ekonomi digital.

Upaya tersebut sesuai dengan Digital Free Trade Zone (DTFZ), sebuah kerja sama antara Malaysia Digital Economic Corporation, yang merupakan kerja sama antara pemerintah Malaysia dengan Alibaba Group untuk mendefinisikan kembali perdagangan global dengan menjadikannya sederhana agar memungkinkan UKM Malaysia berpartisipasi.

Awal bulan ini, para pejabat di pemerintahan setempat mengungkapkan, bahwa UKM yang sudah berpartisipasi dalam program DFTZ, mampu menghasilkan total penjualan USD13,5 juta (Rp182,9 miliar) sejak pertama kali diluncurkan pada November.

Bagaimana proses kolaborasi antara e-commerce dan UKM?

Pada Malaysia E-commerce Summit, di Kuala Lumpur, co-Chief Marketplace Officer Lazada Shah Suriye Rubhen berbicara bagaimana platform-nya membantu UKM memanfaatkan pasar Asia Tenggara dan faktor-faktor apa yang harus mereka pertimbangkan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan keberhasilan.

Gratis kirim barang

Menurut Rubhen, DFTZ dengan Lazada sama dengan gratis kirim barang. Platform bertujuan untuk mempermudah proses penjualan di seluruh Asia Tenggara dengan DFTZ. “Jika Anda sudah menjual pada platform Lazada, Anda hanya perlu untuk mendaftarkan produk Anda, Di sini pekerjaan Anda berakhir,” kata Rubhen seperti dikutip dari Tech Wire Asia

Dari sini, Lazada bereplikasi listing Anda dari Malaysia ke negara lain. “Apabila ada yang membeli, Anda mendapatkan pemberitahuan, tidak akan ada perbedaan ketika ada order dari Malaysia maupun dari pelanggan di Thailand atau Vietnam,” kata Rubhen.

Pertumbuhan perdagangan ponsel

Peranan ponsel menjadi sangat penting bagi pertumbuhan e-commerce. Tahun 2016, jumlah warga Malaysia yang mengakses internet melalui ponsel mereka berjumlah 17,9 juta. Pada 2020, angka ini diperkirakan mencapai 21 juta pengguna ponsel. Sehingga bisnis perlu menyadari pentingnya keterlibatan ponsel untuk menarik pelanggan.

“Dengan Lazada, sebagian besar pembeli kami membeli melalui aplikasi, mengapa? Karena ketika Anda belanja di toko Anda dibatasi oleh ruang dan waktu, tetapi jika melalui ponsel, Anda dapat melakukannya dengan waktu yang disesuaikan sendiri,” jelasnya. Temuan terakhir, sebuah laporan mengungkapkan bahwa dalam 12 bulan terakhir, ponsel telah tumbuh rata-rata 19%.  (sumber: Taylor Bragg/TechWireAsia)

Comments
Write Comment