Teknologi

IoT Group Bangun Pembangkit Listrik untuk Gerakkan Aplikasi Blockchain

By Lulu Faras16 April 2018 4 Mins Read
58 0

OFiSKITA – IoT Group Ltd baru-baru ini menandatangani perjanjian dengan Hunter Energy Australia untuk membangun kompleks aplikasi blockchain (BAC) di dalam pembangkit listrik berbahan bakar batubara yang ditinggalkan. Saat ini Hunter Energy sedang berusaha mengaktifkan kembali pembangkit listrik berbasis Hunter Valley. Setelah selesai, IoT Group akan memperoleh daya dengan biaya grosir untuk bisnis layanan blockchain mereka menggunakan BAC baru ini.

Blockchain adalah sistem database terdistribusi menggunakan cryptocurrency, merekam dan mengamankan transaksi menggunakan kriptografi. Setiap transaksi memiliki kunci unik yang disimpan di dalam transaksi terenkripsi berikutnya. Dengan demikian, salah satu transaksi berubah maka yang lain juga ikut berubah. Aplikasi lain yang ideal untuk blockchain termasuk perbankan dan pasar Internet of Things.

"Memiliki akses listrik dengan biaya grosir akan berguna bagi operasi blockchain domestik dan internasional," kata salah satu pihak IoT Group Ltd. Biaya grosir itu akan diberikan tanpa biaya tambahan dan biaya yang terkait dengan transmisi daya, termasuk biaya jaringan, tiang dan kabel, dan margin pengecer listrik.

Menurut IoT Group, rata-rata rumah tangga membayar sekitar AUD28 sen perKwH. Di lain hal, jaringan bitcoin diduga jumlah konsumsi energi yang sama dengan Demark, yakni sekitar 32 TwH setiap tahun. Itu setara dengan 16% konsumsi energi Australia pada tahun 2017. Saat ini, pembangkit energi di Australia tidak efisien dan masih mahal, sehingga menghambat layanan blockchain lokal.

Namun dengan penetapan harga "pra-jaringan" perusahaan, pelanggan akan membayar AUD8 sen pada siang hari, dan AUD5 sen pada malam hari. Mengingat blockchain mengkonsumsi banyak daya pemrosesan dan menghasilkan jumlah energi yang tinggi, fasilitas baru ini menjadi alternatif untuk memblokir saluran.

Dari pengumuman IoT Group, dapat didefinisikan bahwa biaya grosir yang dipakai tidak lebih dari sepertiga biaya bisnis dan daya konsumen saat ini. Yang menarik adalah, perusahaan lebih menekankan IoT daripada aplikasi cryptocurrency. Padahal, sejauh ini tidak ada indikasi bahwa perusahaan akan menangani layanan IoT.

Blockchain menyediakan lingkungan tepercaya, komponen kunci yang diperlukan IoT untuk mengirimkan data. Menurut sebuah makalah yang diterbitkan Tata Consultancy Services, blockchain dapat menghilangkan gateway IoT dan mengurangi biaya pemrosesan.

Saat Hunter Energy menjalankan pembangkit listrik, IoT Group akan mengembangkan pembangun kompleks data untuk melakukan co-locating data kompleks ke situs. Mereka juga mendirikan IoT Blockchain Advisory Service Pty. Ltd. untuk mengembangkan aliran pendapatan dan memonetisasi ‘peluang blockchain’. Setelah pabrik kembali online, Hunter Energy akan memperkenalkan produk kayu limbah ke dalam campuran bahan bakar untuk mengurangi intensitas emisi. (sumber: Kevin Parrish/digitaltrends.com)

Comments
Write Comment