Teknologi

Memahami Kontribusi AI Terhadap Kesehatan

By Lulu Faras11 April 2018 3 Mins Read
11 0

OFiSKITA – Entah untuk memelihara rekam medis pasien atau untuk membantu menganalisis hasil scan CT dan mesin MRI, komputer selalu memainkan peran penting dalam perawatan kesehatan.

Dunia medis paham bagaimana komputer membantu pekerjaan mereka menjadi lebih mudah. Bagi mereka, transisi menuju perangkat yang didukung AI merupakan proses yang paling ditunggu para profesional perawatan kesehatan.

Menurut studi terbaru yang diterbitkan oleh Allied Market Research, pasar global AI untuk dunia kesehatan telah mencapai 1,4 juta dolar pada tahun 2016 dan diperkirakan akan mencapai 22,9 juta dolar pada tahun 2023, mencatat CAGR sebesar 48,75% dari 2017 hingga 2023.
Studi ini menunjukkan Amerika Utara sebagai penyumbang tertinggi di pasar kesehatan pada tahun 2016. Namun, peneliti percaya bahwa kawasan Asia-Pasifik akan meningkatkan pertumbuhannya selama periode perkiraan.

Pemicu pertumbuhan AI untuk kesehatan

Pasar global AI didorong oleh kemampuannya dalam peningkatan hasil diagnosis pasien, peningkatan koordinasi tenaga kesehatan dan pasien, peningkatan adopsi obat presisi, dan pertumbuhan investasi modal ventura. Munculnya big data di sektor kesehatan diharapkan dapat memicu pertumbuhan AI. Selain itu, kemungkinan potensi pasar berkembang yang belum dimanfaatkan, seperti Cina dan India, diharapkan dapat memberikan berbagai peluang.

Namun, studi ini menunjukkan kurangnya peraturan standar dan pedoman dan keengganan di kalangan profesional untuk mengadopsi teknologi berbasis AI, dan ini dapat menghambat pertumbuhan pasar.

Pertumbuhan segmen pasar AI dalam kesehatan

Segmen natural language processing menyumbang pangsa tertinggi pada 2016 dan diperkirakan akan mendominasi pasar dari 2017 hingga 2023.  Sementara itu, segmen deep learning mendapatkan tingkat pertumbuhan tertinggi pada tahun 2016. Dan saat ini, segmen penyedia layanan kesehatan juga diperkirakan akan mendominasi pasar dari 2017 hingga 2023.

Peningkatan penggunaan dan penerapan sistem AI diharapkan dapat meningkatkan hasil diagnopsis terhadap pasien dan membantu pengelolaan catatan kesehatan elektronik (EHR) dengan lebih baik.

Di antara pengaplikasian tersebut, segmen bedah dibantu robot menyumbang pangsa tertinggi pada tahun 2016, mencatat CAGR sebesar 46,1% dengan meningkatnya permintaan untuk operasi invasif minimal di mana teknologi berbasis AI sedang banyak digunakan. (sumber: Tech Wire Asia/techwireasia.com)

Comments
Write Comment