Teknologi

Perangkat Lunak AI Ini Bantu Dokter Diagnosa Pasien

By Lulu Faras16 April 2018 3 Mins Read
44 0

OFiSKITA – Untuk pertama kalinya, Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS telah menyetujui perangkat diagnostik artificial intelligence (AI) yang tidak memerlukan dokter spesialis untuk menginterpretasikan hasilnya. Program perangkat lunak, yang disebut IDx-DR, dapat mendeteksi penyakit mata dengan melihat foto retina.

Perangkat lunak ini bekerja setelah dokter atau perawat mengunggah foto retina pasien yang diambil dengan kamera retina khusus. Algoritma perangkat lunak IDx-DR akan menunjukkan apakah gambar yang diunggah berkualitas tinggi dan cukup untuk kemudian dianalisis. Hasiil analisis akan menunjukkan apakah pasien memiliki retinopati diabetes, penyakit di mana terlalu banyak gula darah merusak pembuluh darah di bagian belakang mata. Retinopati diabetes merupakan komplikasi penglihatan yang paling umum yang dialami penderita diabetes, dengan sekitar 200,00 kasus pertahun.

Dalam sekali uji klinis menggunakan lebih dari 900 gambar, IDx-DR dapat mendeteksi retinopati dengan 87% benar.

“Perangkat lunak bersifat otonom dan tidak memerlukan dokter spesialis di balik alogaritmenya. IDx-DR dapat menentukan keputusan klinisnya sendiri,” kata pendiri IDx-DR, Michael Abramoff kepada Science News.

Ini berarti bahwa IDx-DR dapat digunakan oleh perawat atau dokter yang bukan merupakan spesialis mata. IDx-DR membuat diagnosis lebih mudah diakses. Sehingga pasien tidak perlu menunggu dokter spesialis mata untuk mendapatkan hasil diagnosis.

IDX-DR adalah bagian dari tren algoritma yang sedang berkembang dengan mempelajari cara mengenali dan mendiagnosa penyakit. Awal tahun ini, para ilmuwan melatih algoritma yang berbeda untuk mempelajari bagaimana mengenali kondisi penyakit mata termasuk kehilangan penglihatan akibat usia dan retinopati diabetes. Google juga sedang melatih DeepMind AI mendiagnosa penyakit mata.

Setelah FDA AS menyetujui IDx-DR, kemungkinan akan diadakan uji diagnostik otonom baru dan trade-off yang IDx-DR bawa. Diagnosis yang dihasilkan IDx-DR mungkin aman untuk pasien, meskipun pada akhirnya mereka akan lebih percaya pada dokter. Namun, dengan tidak dilibatkannya dokter spesialis mata dalam hal ini, akan memunculkan pertanyaan siapa yang akan bertanggung jawab ketika diagnosis salah. (sumber: Angela Chen/theverge.com)

Comments
Write Comment