Strategi

Sepertiga Pekerjaan di London Berpotensi Digantikan Robot

By Fhirlian Rizqi Utama17 April 2018 8 Mins Read
7 0

OFiSKITA – Sebuah studi baru menemukan, hampir sepertiga dari jenis pekerjaan di London berpotensi untuk digantikan oleh mesin-mesin dalam 20 tahun mendatang.

Kata peneliti dari Centre for London, otomatisasi dapat dipercepat jika kebijakan imigrasi lebih kuat setelah Brexit, yang menyebabkan kekurangan tenaga kerja.

Laporan ini memperkirakan bahwa sekitar satu dari lima pekerjaan yang memiliki potensi menengah diotomatisasi, sementara 48% lainnya berpotensi rendah. Orang-orang dalam pekerjaan yang memiliki keterampilan rendah hingga menengah terkenda dampak dari meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dan teknologi lainnya.

Grosir, ritel, transportasi, penyimpanan, akomodasi, dan sektor makanan telah mempekerjakan kurang lebih satu juta orang dan diperkirakan akan terdampak dari penggunaan teknologi.

Juga untuk beberapa sektor yang paling bergantung pada tenaga kerja migran, di antaranya 32% pekerja konstruksi dan 35% pekerja dari sektor akomodasi dan layanan makanan berasal dari negara-negara Uni Eropa selain Inggris.

Direktur Riset dari Centre for London Richard Brown mengatakan, London memiliki sejarah yang luar biasa untuk ketahanan ekonomi dan mengalami perubahan yang cepat terhadap perkembangan teknologi.

“Pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, harus bekerja sama untuk memastikan bahwa keterampilan, peraturan, dan kebijakan kesejahteraan bekerja sama untuk memperluat modal manusia di London dan meningkatkan keadilan serta kemakmuran,” ujarnya. (sumber: Ben Chapman/Independent)

Comments
Write Comment