Teknologi

Viber Meluncurkan Group Chats dengan Kapasitas 1 Milyar Anggota

By Ingrid Lunden01 Maret 2018 8 Mins Read
11 0

Aplikasi messaging telah menjadi sangat populer sebagai pemenuhan kebutuhan orang akan sarana komunikasi langsung. Kini, aplikasi messaging Viber memperkenalkan group chat terbesar dibanding yang lainnya. Layanan ini disebut Viber Communities dengan "batas" kelompok hingga 1 miliar anggota - yang dibatasi hanya oleh jumlah orang yang terdaftar di Viber, yang katanya sekarang telah melewati batas 1 miliar.

Anggota kelompok dapat saling berinteraksi dengan menambahkan komentar dan reaksi, dan administrator grup akan dapat memonetisasi alur, akses untuk memasuki jaringan mitra aplikasi dan bisnis e-commerce dan media rakuten yang lebih besar, yang memiliki Viber (dan dikenal sebagai Amazon Jepang).

Hiroshi "Mickey" Mikitani, CEO dari Rakuten, sudah mengumumkan rinciannya lebih dulu saat berbicara di Mobile World Congress pada hari Selasa lalu.

Fitur monetisasi dan penggabungan sepertinya dapat bekerja sama dengan yang ada di Viber’s Public Chats and Public Accounts, di mana pengguna dapat mengikuti kepribadian atau merek dan dapat berinteraksi dalam skenario tertentu, dan administrator obrolan dapat memonetisasi pengalaman dengan iklan dan fitur lainnya. Masyarakat bisa bergabung di dalam komunitas yang spesifik, namun lebih condong ke topik dan minat tertentu.

Viber Community adalah metode terbaru dalam tren grup chat "super", dimana di dalam ruang chat yang luas anggota bisa mengobrol, atau hanya mendengarkan obrolan orang lain, pada satu topik atau topik lainnya. Batas untuk grup obrolan bervariasi menurut platform. Di Facebook, batasannya 150; LINE sebanyak 200; WhatsApp sebanyak 256; WeChat sebanyak 500; dan telegram sebanyak 100.000.

Mikitani mengatakan salah satu alasan mengapa kita tidak pernah melihat kelompok sebesar Communities yang diperkenalkan sebelumnya adalah karena "ini memiliki tuntutan teknis yang tingggi" untuk menciptakan kelompok yang besar di mana orang dapat mengikuti, terlibat, dan mengobrol di group. Sebagian komunitas akan mengatasi hal ini dengan memberi lebih banyak kontrol kepada administrator dan moderator (tidak seperti Groups on Facebook) untuk membantu mengelola percakapan. 

Peluncuran aplikasi komunitas Viber dilakukan di momen yang tepat.

Viber belum pernah mengumumkan tentang basis pengguna aktifnya. Sebaliknya, mereka berfokus pada jumlah orang yang saat ini memiliki aplikasi di perangkat mereka, yang saat ini berjumlah lebih dari 1 miliar. (Sebagai perbandingan, WhatsApp mencatat pada bulan Januari bahwa mereka telah melewati 1,5 miliar pengguna aktif bulanan).

Tapi di saat berada di Barcelona, ​​Mikitani mengungkapkan beberapa statistik tentang penggunaan saat ini oleh geografi, yang akhirnya menyoroti di mana Viber berada dan tidak digunakan saat ini.

 

 

Bagi yang mungkin bertanya, Apa itu Viber? mungkin masih menerka-nerka dan belum benar-benar bisa masuk ke pasar di mana Messenger dan aplikasi pesan lainnya sudah mendominasi. Di Amerika, penetrasi hanya sebesar 15 persen dan penetrasi di Eropa Barat hanya sebesar 22 persen. ("Penetrasi" dalam artian mengacu pada orang-orang yang secara aktif menggunakan aplikasi di setiap negara, perusahaan tersebut memberi tahu kami.)

Tapi di pasar lain dikatakan bahwa hal ini sudah berjalan lebih baik. Viber memiliki penetrasi besar 73 persen di Eropa Tengah dan Timur dan sebesar 76 persen di Rusia; 59 persen di Asia Tenggara; 44 persen di Timur Tengah / Afrika Utara; dan 45 persen di Australia / Selandia Baru.

Viber berharap dengan adanya peluncuran ini akan mendorong penggunaan aplikasi yang lebih aktif, dan mungkin juga pengguna baru. Dengan dasarnya menciptakan Komunitas terkait minat dan memberi mereka kemampuan untuk menjadi sebesar basis pengguna aplikasi itu sendiri, ia memberi Viber (dan Rakuten) untuk menampilkan dirinya sebagai aplikasi perpesanan, dan lebih sebagai jaringan sosial.  (Sumber: techcrunch.com)

Comments
Write Comment