Strategi

WeWork Perluas Bisnis Penyewaan co-Working Space di China

By Fhirlian Rizqi Utama14 April 2018 8 Mins Read
10 0

OFiSKITA – Perusahaan penyedia co-working space yang berbasis di New York, WeWork memperluas jangkauan jangkauan bisnisnya dengan membeli startup China, Naked Hub.

Menurut sumber yang dikutip dari Fortune, WeWork telah membeli startup berumur tiga tahun tersebut sekitar USD400 juta (Rp5,4 triliun). CEO WeWork Adam Neumann mengatakan, bahwa kedua perusahaan tertarik satu sama lain karena budaya mereka serupa dan sama-sama ingin menjadikan perkantoran untuk uang.

“WeWork adalah perusahaan yang ingin bekerja bersama-sama untuk menyediakan ruang sebanyak Amazon dan toko buku,” katanya.

WeWork menyediakan co-working space dan ruang kantor untuk freelancer dan pekerja lain, di mana saat ini tengah mendorong bisnisnya berkembang di China, yang dimulainya pada 2016 di Shanghai dan sekarang memiliki lebih dari 10.000 anggota di 13 kantor di Shanghai, Beijing, dan Hong Kong.

Tahun lalu, perusahaan telah mendapat dana segar dari SoftBank sebesar USD4,4 miliar (Rp59,6 triliun). Saat ini WeWork bernilai sekitar USD20 miliar (Rp271 triliun). WeWork mendominasi pasar AS, namun di China, WeWork menghadapi persaingan yang ketat untuk penyewaan ruang, yang disebut UrWork yang sudah mengubah namanya menjadi Ucommune.

Tahun ini WeWork berencana untuk menambahkan lokasi di Shenzhen, Suzhou, Hangzhou, Chengdu, Nanjing, dan Wuhan. WeWork mengatakan, ia mengharapkan pertumbuhan terjadi mayoritas di luar AS.

Akuisisi Naked Hub merupakan yang kedua, sebelumnya WeWork telah mengakuisisi perusahaan berbasis di Singapura, SpaceMob, untuk menawarkan bisnis baru seperti sekolah pengkodean, perencanaan event, dan pemasaran digital. (sumber: fortune.com)

Comments
Write Comment