Insight

3 Elemen Penting Dalam Komunikasi Bisnis

By Tim Editor03 Januari 2019 2 Mins Read
63 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Dalam budaya digital dimana sebagian besar orang selalu terhubung baik itu melalui telepon, ataupun  melalui email, Anda mungkin berpikir bahwa kemampuan komunikasi Anda juga ikut berkembang. Tetapi kadang kita lupa memisahkan antara perangkat keras dan perangkat lunak sebagai media komunikasi, dengan soft skill komunikasi itu sendiri.

Semua orang bisa menggunakan WhatsApp, tetapi tidak semua pandai merangkai kata dalam bentuk teks sehingga tidak terjadi salah interpretasi. Dalam berbisnis, keterampilan komunikasi secara langsung memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan bisnis. Bill Gates pernah berkata, "Saya sangat percaya bahwa alat apa pun yang meningkatkan komunikasi memiliki efek mendalam dalam hal bagaimana orang dapat belajar dari satu sama lain."

Komunikasi dalam bisnis meliputi tiga pelaku utama yang saling melengkapi.

  • Diri Anda sendiri

Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kinerja diri. Jujurlah tentang apa yang sudah Anda capai, dan apa yang belum bisa Anda raih di tahun yang lalu. Mintalah tanggapan dari mitra, karyawan, pelanggan, dan teman mengenai bagaimana cara Anda menjalankan bisnis, dan juga tentang bisnis itu sendiri.  

  • Karyawan Anda

Setelah Anda mengidentifikasi area mana saja dari konsep bisnis yang perlu digenjot lagi, sosialisasikanlah kepada karyawan yang nantinya akan menjadi pelaku dari perubahan itu. Dengan melibatkan karyawan seperti itu mereka akan memiliki rasa memiliki dalam perjalanan maupun jatuh bangun bisnis yang dijalani. Sebagai contoh ketika sebuah perusahaan pernerbangan mancanegara ingin mendesain ulang seragamnya, perusahaan meminta saran dari karyawan mereka.

  • Pelanggan Anda

Pelanggan adalah bagian terpenting yang perlu Anda ajak komunikasi. Mereka bisa dengan detil menjabarkan pendapat mengenai produk dan layanan Anda, baik itu yang sifatnya membangun atau mengkritik. Menurut Oracle, 89 persen pelanggan berganti tempat belanja atau merek karena pengalaman berbelanja yang buruk (dari berbagai aspek).

Merek seperti Apple dan Ikea menginspirasi loyalitas merek dengan terus-menerus meminta umpan balik. Bahkan, Ikea mengunjungi rumah pelanggan untuk melihat bagaimana keseharian mereka dan bagaiamana pelanggan menggunakan produk mereka peningkatan kualitas hidup. Libatkan pelanggan dalam proses refleksi diri Anda dan minta umpan balik mereka pada kinerja Anda. Ini tidak harus menjadi proses formal. Cukup memulai percakapan santai dengan pelanggan dapat memberikan banyak informasi. Ini dapat memberi Anda wawasan tentang apa yang mereka butuhkan dan memberikan inspirasi untuk ide-ide baru. Memahami pelanggan Anda juga bisa membuka jalan bagi Anda untuk menemukan pelanggan baru.

Sumber: entrepreneur.com

Related Articles
Insight

3 Tren Terkini yang untuk Tingkatkan Budaya dan Produktivitas Perusahaan

By Tim Editor12 November 2019 3 Mins Read
Insight

Berikut Ini Tips Tingkatkan Motivasi Karyawan Jelang Akhir Tahun

By SpotQoe07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mengapa Customer Insight Itu Penting?

By Tim Editor06 November 2019 2 Mins Read
Insight

Peran Penting Teknologi dalam Membangun Budaya di Tempat Kerja

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Efisiensi Bujet Bisa Dicapai dengan Bantuan Mesin Multifungsi

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Ternyata, Peribahasa ‘Hemat Pangkal Kaya’ Juga Berlaku untuk Bisnis

By Tim Editor28 Oktober 2019 3 Mins Read
Insight

Seberapa Amankah Data Perusahaan Anda?

By Tim Editor28 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment