Insight

6 Tips Mengelola Tim di Masa Krisis

By Tim Editor07 April 2021 4 Mins Read
6 0

OFiSKITA - Kehadiran dan peranan pimpinan semakin dibutuhkan pada saat krisis terjadi. Kondisi ekonomi yang tidak menentu dan mempengaruhi laju perusahaan misalnya, menimbulkan banyak pertanyaan di benak karyawan dan disitulah peranan pemimpin tim agar bisa memberi penjelasan, menenangkan hingga membangkitkan semangat seluruh anggota tim. Memang bukan perkara mudah, apalagi jika dalam diri pemimpin itu sendiri terbersit keraguan. Namun bagaimanapun sikap seorang pemimpin dapat mempengaruhi psikologis bawahannya, untuk itu cermatlah dalam bersikap, khususnya di saat krisis berlangsung. 

1. Sadarilah bahwa Anda bukan Superman

Pemimpin bukanlah Superman. Dengan mengetahui apa masalah yang sedang dialami oleh personil tim, artinya Anda bisa merangkul mereka dan membuat merek anyaman berteru terang mengenai apa yang sedang dihadapi. Seperti kita semua tahu bahwa pola hidup sekarang berubah, ketika bekerja dari rumah kita juga sekaligus mengasuh & mengajari anak belajar, mengurus orang tua, serta mengatur urusan lain yang menyebabkan perasaan tertekan dan kelelahan.  

Di saat inilah kecerdasan emosional (EQ) bisa sangat bermanfaat, seperti yang diungkapkan oleh instruktur Udemy Leila Bulling Towne:

Feel It: Identifikasi apa yang Anda rasakan dengan menemukan titik stres di tubuh Anda.

Put It On: Mengapa Anda merasa seperti itu? Bagaimana situasinya?

Get It: Ini adalah saat kita menghubungkan semua titik dan dapat mulai mengevaluasi cara untuk menghilangkan stres.

2. Mendukung lingkungan kerja yang aman secara psikologis

Lingkungan yang aman secara psikologis adalah lingkungan di mana karyawan merasa aman, nyaman, dilibatkan, dan dapat berbagi perspektif serta tantangan, dan membuat kesalahan, tanpa takut akan akibatnya. Jadi bila ada salah seorang dalam tim Anda berkata 'Pak/Bu, saya perlu break dulu', itu tandanya mereka nyaman dengan keberadaan Anda dan nyaman mengungkapkan apa yang ada di pikiran mereka. Manajer harus secara teratur mendorong anggota tim untuk mengambil cuti dan menjaga diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Meskipun tanggung jawab pekerjaan tetap harus diselesaikan. 

3. Tak Mengapa Bila Anda Berkata "Saya tidak tahu."

Hari-hari belakangan ini segala sesuatu menjadi semakin tidak menentu. Meskipun pekerjaan bisa diakali dikerjakan dari rumah, namun banyak hal tak terduga lainnya yang bisa saja muncul sebagai efek dari perubahan pola hidup kita sekarang. Yang Anda bisa lakukan adalah menerima dan melakukan yang terbaik. Jadi bila Anda tidak mengetahui bagaimana menangani suatu situasi tertentu yang benar-benar baru, tak perlu ragu untuk mengatakan bahwa Anda tidak tahu bagaimana caranya. Namun Anda tetap bisa memimpin mereka dan memungkinkan lebih banyak kolaborasi, inovasi, dan bahkan penerimaan untuk mencoba sesuatu yang berbeda. 

4. Bantu tim Anda memikirkan kembali perspektif mereka

Stres dan kecemasan yang menghantui saat krisis terjadi, mendorong Anda masuk ke dalam keadaan emosi. Jika biasanya masalah sepele tidak mengganggu, pada saat krisis urusan pulpen hilang saja menjadi sangat mengesalkan. Cobalah ajak tim Anda untuk mengidentifikasi masalah (jika ada), menantang asumsi mereka, dan kemudian menyusun ulang masalah tersebut. Yang diperlukan hanyalah penyesuaian sudut pandang untuk melihat situasi dengan cara yang benar-benar baru.

5. Ciptakan ruang untuk belajar melalui tantangan

Banyak karyawan merasa mereka tidak punya waktu untuk belajar, atau khawatir mereka harus selalu terlihat sibuk dan tidak bisa "istirahat" untuk belajar. Padahal belajar adalah bagian penting dari perjalanan karier, apa pun itu. Anda bisa mendorong semangat belajar tim dengan menanyakan tentang  "pembelajaran" apa dari setiap orang pada saat rapat. Sebagai pemimpin bisnis, Anda dapat memimpin dengan memberi contoh dengan berbicara secara teratur tentang pembelajaran yang Anda peroleh dan dampak yang Anda alami saat Anda beradaptasi dengan perubahan.

6. Berkomunikasi secara proaktif

Bila melihat perkembangan yang ada, diprediksi pola bekerja jarak jauh masih akan berlangsung dalam waktu yang panjang. Nah untuk itu komunikasi yang teratur adalah kunci untuk menjaga tim agar dapat bersinergi dan merasa terhubung. Bagi banyak orang, tahun 2021 penuh harapan dan menghadirkan kesempatan untuk memulai kembali. Meski  begitu, tantangan krisis kali ini masih jauh dari selesai, dan berhasil mengelola tim selama krisis membutuhkan ketangkasan dan ketahanan tim untuk menahan guncangan. Anda dapat melakukan ini dengan menyesuaikan prioritas dan bersikap realistis tentang dukungan yang dibutuhkan anggota tim untuk menyesuaikan dengan situasi serta kondisi dunia saat ini.

Sumber: entrepreneur.comfemina.co.id

Related Articles
Insight

Bersiap Jalani Pola Kerja Hybrid

By Tim Editor11 hours ago3 Mins Read
Insight

Langkah-Langkah Menangani Krisis PR Perusahaan

By Tim Editor08 April 2021 3 Mins Read
Insight

Memahami Pentingnya Customer Journey Map

By Tim Editor05 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

Merancang Email Marketing yang Agile

By Tim Editor04 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

8 Langkah Membuat Marketing Plan

By Tim Editor03 Maret 2021 4 Mins Read
Insight

Tren Fesyen & Perhotelan Selama dan Pasca Pandemi

By Tim Editor26 Februari 2021 7 Mins Read
Insight

Pendatang Baru di Bisnis Pesan-Antar Makanan

By Tim Editor15 Februari 2021 2 Mins Read
Insight

Work-Life Integration Lebih Relevan, Geser Konsep Work-Life Balance

By Tim Editor08 Februari 2021 2 Mins Read
Insight

Kabar Baik untuk Divisi General Affair & Procurement

By Tim Editor01 Februari 2021 2 Mins Read
Insight

Kelas ASIK untuk UMKM Sumsel-Babel di Penghujung Tahun 2020

By Tim Editor12 Desember 2020 3 Mins Read
Comments
Write Comment