Insight

Adu Nyali Para Penantang Gojek & Grab

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
5 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Setelah Uber terjungkal dan sederet bisnis ride hailing seperti Ladyjek dan Blujek tersingkir, tampaknya semangat persaingan ride hailing di Indonesia belum mati. Ini terbukti dari kemunculan Anterin dan Bonceng yang mencoba menantang kedigdayaan pendahulunya, Gojek dan Grab. 

Anterin    

Layanan ride hailing Anterin yang baru diluncurkan tahun ini mengklaim sudah memiliki lebih dari 200 ribu mitra di 33 kota antara lain Jabodetabek, Surabaya, Pekanbaru, Jambi, Magelang, Yogyakarta hingga Makassar. CEO dan Pendiri Anterin Imron Hamzah mengatakan pihaknya menggunakan konsep bisnis marketplace yang berbeda dengan Grab dan Gojek yang menggunakan metode bagi hasil. Melalui konsep ini pengemudi akan bebas menentukan sendiri tarifnya. Sementara penumpang juga bebas memilih driver sesuai dengan preferensi masing-masing seperti harga terbaik, driver terdekat, jenis kendaraan hingga jenis kelamin driver.

Meski mendapatkan pendanaan dari modal ventura maupun personal, Anterin tidak menggunakan langkah bakar uang seperti pendahulunya. Anterin juga memberikan opsi subscription based dimana mitra driver diwajibkan untuk menyetorkan sejumlah Rp 150 ribu per bulan ke Anterin untuk keanggotan di platform.

Cyberjek

Aplikasi Cyberjek yang dimiliki PT Margonda Transportasi ini diluncurkan Agustus lalu di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat. Mengutip dari situs resmi perusahaan, ada beberapa keunggulan aplikator ini, diantaranya pengguna bisa menegosiasikan tarif di dalam aplikasi. Pengguna juga bisa memilih menggunakan mobil sendiri atau bersama-sama dengan orang lain. Selain dengan kendaraan roda dua, aplikasi ini juga melayani penghantaran makan dengan Cybercab, dan pengiriman barang yang segera hadir bernama Cybersend.

Bonceng

Bonceng yang baru berusia satu tahun ini menggunakan LinkAja sebagai alat pembayaran dalam aplikasinya. Dalam aplikasi tersebut, penetapan biaya atau tarif berdasarkan pengelompokan radius jarak perjalanan. Tarif yang tercipta di kisaran angka yang mudah di transaksikan seperti Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 15.000, Rp 20.000 dan seterusnya. Beberapa sistem metode promo seperti cash back dan diskon untuk user juga tengah disiapkan. Paralel dengan itu, tim Bonceng juga mempercepat penyelesaian beberapa fitur lain, seperti Bungkus utk layanan makanan dan Bingkis Korporat untuk layanan parcel eksklusif.

Sumber: cnbcindonesia.com

Related Articles
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor19 hours ago3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Gerai-Gerai Kecil Mulai Geser Departement Store

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Teknologi myveego Pecahkan Masalah Manajemen Armada

By Tim Editor04 November 2019 2 Mins Read
Insight

Manfaat Software Ekspedisi untuk Bisnis Kurir Anda

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pentingnya Middleware dalam Sebuah Bisnis

By Tim Editor06 November 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment