Insight

AI Cegah Upaya Penipuan Fintech

By Tim Editor04 Desember 2019 2 Mins Read
83 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Financial technology dinilai membawa perubahan positif bagi iklim pendanaan di Indonesia, dimana masyarakat tidak lagi hanya bergantung kepada bank. Proses yang mudah umumnya alasan mengapa fintech lebih disukai orang. Namun kita juga harus realistis bahwa akan selalu ada celah untuk melakukan kejahatan finansial. Penipuan identitas misalnya. Ini marak terjadi dimana orang memberikan identitas KTP atau NIK palsu demi mendapatkan sejumlah besar dana, untuk kemudian menghilang tanpa diketahui keberadaannya. Apalagi bila fintech yang dimaksud tidak memiliki akses untuk meng-cross chek identitas calon peminjam dengan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. 

Chief Operating Officer and Co-founder Advance.AI. Dong Shou mengungkapkan kekhawatiran tersebut sambil juga menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengantisipasinya adalah dengan menerapkan face recognition dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Metode pengecekan lain yang lebih kovensional juga masih bisa dilakukan, yaitu dengan memeriksa latar belakang calon peminjam.  

Industri teknologi finansial sejatinya memiliki peluang untuk terus tumbuh secara inklusif, asalkan teknologinya terus diperkuat agar dapat diterima oleh konsumen lokal. Paling tidak Tongdun Technology dan Cashwagon sependapat bahwa teknologi kecerdasan buatan AI dan Big Data dapat diandalkan untuk menyelesaikan masalah keuangan secara inklusif, menemukan aplikasi mencurigakan yang dilakukan sindikat untuk menipu. Pemerintah dan kepolisian pun harus bersinergi untuk menumpas para pencuri identitas yang hanya mengincar keuntungan pribadi. 

Ruang bagi pendanaan digital atau fintech memang kian luas, merujuk pada data yang dirilis oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK) per September 2019, akumulasi penyaluran pinjaman P2P lending mencapai Rp 60,40 triliun. Angka penyaluran ini naik 166,51 persen secara year to date (ytd) dibandingkan Desember 2018 yang sebesar Rp 22,66 triliun.

Tongdun Technology sendiri melalui Co-foundernya, Jackal Mal, menyatakan masuk ke Indonesia dengan dua fokus, yaitu menawarkan teknologi kecerdasan buatan dan Big Data untuk menyelesaikan masalah keuangan secara inklusif, serta dan menggunakan teknologi untuk mencegah penipuan di internet. Sementara CEO PT Kas Wagon Indonesia (Cashwagon), Asri Anjarsari menyatakan akan terus melindungi pelanggan mereka dan bekerja sama dengan polisi cyber crime untuk memastikan keamanan pengembangan industri fintech.

Sumber: liputan6.com; wartaekonomi.co.id; teknologi.bisnis.com

Related Articles
Insight

Lahan Bisnis Bercita Rasa Khas Parahyangan

By Tim Editor18 November 2020 3 Mins Read
Insight

Buah Manis Kreasi Eco-Print dari Rumah Sendiri

By Tim Editor17 November 2020 3 Mins Read
Insight

Solusi Teknologi Berbasis Customer Orientation

By Tim Editor11 November 2020 3 Mins Read
Insight

Memulai Bisnis di Tengah Pandemi? Anda Hebat!

By Tim Editor16 September 2020 3 Mins Read
Insight

5 Tips Agar Bisnis Tetap Jalan Di Tengah Pandemi

By Tim Editor02 September 2020 3 Mins Read
Insight

Sekali Dayung Dua Bisnis Dijalani Sekaligus

By Tim Editor18 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Sudah Coba? Ini Dia Fintech yang Ngetren di Indonesia

By Tim Editor14 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Kue Cokelat Obat Survive di Tengah Krisis

By Tim Editor13 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

PrintQoe.com Beberapa Kali Raih Penghargaan

By PrintQoe07 Agustus 2020 2 Mins Read
Insight

Susu Kambing Etawa, Dari dan Untuk Masyarakat Indonesia

By Tim Editor17 Juli 2020 3 Mins Read
Comments
Write Comment