Insight

Bakteri yang Jadi Bahan Baku Baterai

By Tim Editor15 Agustus 2019 2 Mins Read
24 0

Gambar: networkworld.com

OFiSKITA - Sepertinya kini sudah saatnya kita bersiap memasuki era IoT sekali pakai, khususnya bio-baterai yang bebas dari unsur-unsur kimia yang berbahaya, yang saat ini sedang dalam penelitian oleh para ilmuwan. Seokheun Choi, seorang profesor rekanan dari Universitas Binghamton mengatakan bahwa teknik baru ini membangun paket sekali pakai yang kecil dan praktis dengan harga yang rendah serta hanya dapat difungsikan selama jangka waktu tertentu, untuk kemudian dibuang. 

Seokheun dan tim-nya saat ini sedang bekerja menciptakan micro baterai yang ditenagai oleh bakteri, sehingga lebih ramah lingkungan, dapat langsung dibuang dan harganya terjangkau. Baterai mikro ini dirancang untuk tidak memiliki unsur logam dan asam di dalamnya, dan ditujukan untuk mengisi tenaga pada perangkat IoT.

Contoh penggunaan lain dari baterai miro ini adalah analisa real time terhadap makanan kemasan, dengan sensor yang memonitor suhu dan lokasi, mencegah pembusukan dan menyediakan penanganan makanan dengan lebih aman. 

Misalnya, produk pertanian dapat dilacak untuk pengiriman tepat waktu, serta mengukur suhunya, mulai dari ketika makanan di kemas hingga sampai ke tangan pelanggan. Jika misalnya terjadi wabah penyakit karena makanan, orang dapat dengan cepat mengetahui dari mana produk itu berasal. Ini dia yang masih sulit dilakukan dilakukan sekarang.

Cara kerja baterai bertenaga bakteri

Pelepasan nutrisi yang lambat memberikan energi pada baterai yang ditenagai bakteri, yang menurut para peneliti dapat bertahan hingga delapan hari. "Reaksi lambat dan berkelanjutan" mengubah nutrisi mikroba menjadi "kekuatan lama," kata mereka dalam abstraksi makalah mereka.

Awalnya, proyek baterai berbasis mikroba serupa yang ditulis tim mereka tahun lalu terinspirasi oleh seni melipat kertas, Origami, asal Jepang. Sayangnya proyek tersebut berbahan dasar cairan dan tidak tahan lama. 

Para ilmuwan juga membayangkan bahwa elektronik yang sekarang dicetak pada papan sirkuit (PCB) dan dapat meracuni pembuangan, akan dapat dicetak pada kertas ramah lingkungan. 

Siklus produk, seperti yang ditemukan sekarang di perangkat seluler dan kemungkinan di perangkat IoT di masa depan, terus diperketat sehingga PCB semakin sering hanya digunakan untuk sekali pakai. Pada akhirnya, Choi percaya bahwa bakteri penghasil daya bahkan dapat diperkenalkan secara alami oleh lingkungan.

Sumber: networkworld.com; energystorageforum.com

Related Articles
Insight

Bikin Notulen Ngga Perlu Ketak Ketik Lagi

By Tim Editor05 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Big Data Berkembang Pesat di Indonesia

By Tim Editor27 November 2019 2 Mins Read
Insight

Apa Itu Mesin Plotter & Fungsi dan Kelebihannya dalam Digital Printing

By PrinterQoe20 November 2019 3 Mins Read
Insight

Cari Tahu Ini Dulu Sebelum Uji Penetrasi

By Tim Editor18 November 2019 3 Mins Read
Insight

Pikir Dua Kali Sebelum Masukan Data Pribadi Anda Ke Dunia Maya

By Tim Editor18 November 2019 3 Mins Read
Insight

Pindah ke Cloud dengan SAP S/4HANA

By Tim Editor13 November 2019 2 Mins Read
Insight

Ubah Pelanggan Anonim Menjadi Setia dengan SAP C/4HANA

By Tim Editor12 November 2019 2 Mins Read
Insight

SAP SuccessFactors, Pemimpin dalam Solusi Cloud untuk SDM

By Tim Editor12 November 2019 4 Mins Read
Insight

Memerangi Limbah dengan Teknologi

By Tim Editor11 November 2019 2 Mins Read
Insight

Komponen Smart Office Ini Sudah Ada Di Kantor Anda?

By Tim Editor08 November 2019 4 Mins Read
Comments
Write Comment