Office Services

Banyak Orang Salah Paham tentang E-commerce B2B

By Tim Editor03 Desember 2019 2 Mins Read
16 0

Gambar: Pexels

OFiSKITA - Ada banyak kesalahpahaman mengenai e-commerce B2B yang terekam di benak banyak orang. Mulai dari anggapan bahwa pelakunya adalah orang-orang tua, sampai dengan bahwa pembelian B2B harus membayar keseluruhan di muka. Padahal tidak jarang juga pelaku B2B ecommerce adalah generasi milenial, yang menjalankan bisnis mereka dengan transparansi harga dan membangun sistem yang mudah bagi pelanggan mereka.   

  • Mengaku B2C padahal B2B

Bila diperhatikan dengan seksama, ada banyak pebisnis B2C yang secara tidak sadar sudah memasuki lingkup B2B, antara lain dengan melakukan penjualan secara grosir, menjalin kerja sama dengan peritel besar, menjual produknya kepada organisasi (sekolah, bisnis, dan lembaga non-profit), dan menjadi pemasok yang menjual kepada reseller.

  • Sales jadi satu-satunya cara untuk menjual produk B2B  

Masih ada lagi anggapan bahwa pelanggan B2B harus selalu dibantu oleh sales dengan pertemuan tatap muka. Padahal faktanya 72% pelanggan B2B menginginkan bisa berbelanja secara mandiri. Memang penjualan untuk skala yang besar umumnya dilakukan oleh sales, akan tetapi platform B2B ecommerce memungkinkan pelangga perusahaan untuk berkonsultasi melalui live chat, email, forum dan banyak lagi saluran komunikasi lainnya.

BACA JUGA : Intip Masa Depan Industri Pengadaan B2B

  • Harga yang tertera di website tidak bisa dinego

Dengan rendahnya margin dan persaingan yang sengit, banyak brand tidak ingin harga mereka terlihat oleh publik. Ini berarti hanya Anda sebagai pelanggan yang bisa melihat daftar harga display. Lalu bagaimana dengan pesanan B2B kustom? Justru kustomisasi lebih dimungkinkan untuk pesanan dalam jumlah besar, dan data ini akan tersimpan sehingga memudahkan bila Anda ingin memesannya kembali.

Satu lagi mengenai B2B ecommerce yang berbeda dengan penjualan ritel atau B2C yaitu sistem pembayaran berkala, dimana Anda sebagai pelanggan bisa membayar down payment terlebih dahulu baru melunasinya kemudian setelah barang diterima. Atau bisa juga dengan kesepakatan beberapa kali pembayaran dengan tenggat waktu beberapa bulan ke depan. Ini tergantung kebijakan dari masing-masing penjual.    

Sumber: bigcommerce.com; librusa.com

Related Articles
Office Services

Sistem Berlangganan yang Menguntungkan Pelanggan

By Tim Editor10 Januari 2020 3 Mins Read
Office Services

Perpu E-commerce Sudah Final, Pelaku Dagang Harap Tertib!

By Tim Editor06 Januari 2020 3 Mins Read
Office Services

Sah! Investree Tanam Saham di MBiz

By Tim Editor06 Januari 2020 3 Mins Read
Office Services

Brazil Salip Indonesia dalam Ekspor Produk Halal

By Tim editor03 Januari 2020 3 Mins Read
Office Services

Business Intelligence untuk Startup di 2020, Perlu Lebih Diseriusi

By Tim Editor03 Januari 2020 2 Mins Read
Office Services

Siapkan SDM Anda untuk Perubahan Dunia Kerja Di Masa Depan

By Tim Editor02 Januari 2020 2 Mins Read
Office Services

Content Hack untuk E-Commerce

By Tim Editor02 Januari 2020 2 Mins Read
Office Services

Wishlist Bisa Akali Penjualan yang Turun di Musim Libur

By Tim Editor27 Desember 2019 2 Mins Read
Office Services

Personal Brand Sama Pentingnya dengan Business Brand

By Tim Editor27 Desember 2019 3 Mins Read
Office Services

Cybercrime Ancam Fintech, Mobile Banking & e-Commerce di 2020

By Tim Editor26 Desember 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment