Office Services

Banyak Orang Salah Paham tentang E-commerce B2B

By Tim Editor03 Desember 2019 2 Mins Read
22 0

Gambar: Pexels

OFiSKITA - Ada banyak kesalahpahaman mengenai e-commerce B2B yang terekam di benak banyak orang. Mulai dari anggapan bahwa pelakunya adalah orang-orang tua, sampai dengan bahwa pembelian B2B harus membayar keseluruhan di muka. Padahal tidak jarang juga pelaku B2B ecommerce adalah generasi milenial, yang menjalankan bisnis mereka dengan transparansi harga dan membangun sistem yang mudah bagi pelanggan mereka.   

  • Mengaku B2C padahal B2B

Bila diperhatikan dengan seksama, ada banyak pebisnis B2C yang secara tidak sadar sudah memasuki lingkup B2B, antara lain dengan melakukan penjualan secara grosir, menjalin kerja sama dengan peritel besar, menjual produknya kepada organisasi (sekolah, bisnis, dan lembaga non-profit), dan menjadi pemasok yang menjual kepada reseller.

  • Sales jadi satu-satunya cara untuk menjual produk B2B  

Masih ada lagi anggapan bahwa pelanggan B2B harus selalu dibantu oleh sales dengan pertemuan tatap muka. Padahal faktanya 72% pelanggan B2B menginginkan bisa berbelanja secara mandiri. Memang penjualan untuk skala yang besar umumnya dilakukan oleh sales, akan tetapi platform B2B ecommerce memungkinkan pelangga perusahaan untuk berkonsultasi melalui live chat, email, forum dan banyak lagi saluran komunikasi lainnya.

BACA JUGA : Intip Masa Depan Industri Pengadaan B2B

  • Harga yang tertera di website tidak bisa dinego

Dengan rendahnya margin dan persaingan yang sengit, banyak brand tidak ingin harga mereka terlihat oleh publik. Ini berarti hanya Anda sebagai pelanggan yang bisa melihat daftar harga display. Lalu bagaimana dengan pesanan B2B kustom? Justru kustomisasi lebih dimungkinkan untuk pesanan dalam jumlah besar, dan data ini akan tersimpan sehingga memudahkan bila Anda ingin memesannya kembali.

Satu lagi mengenai B2B ecommerce yang berbeda dengan penjualan ritel atau B2C yaitu sistem pembayaran berkala, dimana Anda sebagai pelanggan bisa membayar down payment terlebih dahulu baru melunasinya kemudian setelah barang diterima. Atau bisa juga dengan kesepakatan beberapa kali pembayaran dengan tenggat waktu beberapa bulan ke depan. Ini tergantung kebijakan dari masing-masing penjual.    

Sumber: bigcommerce.com; librusa.com

Related Articles
Office Services

Kulik Calon Pelanggan Lebih Dalam dengan Solusi Web Leads dari mysights

By Tim Editor13 Mei 2020 3 Mins Read
Office Services

Prosedur Pengadaan Barang Dan Jasa Di Masa PSBB

By AXIQoe18 Mei 2020 3 Mins Read
Office Services

Tips Kelola Bisnis Selama Masa Pandemi & Pasca Pandemi

By Tim Editor06 Mei 2020 3 Mins Read
Office Services

Solusi Aruba untuk Semua Skala Bisnis

By Tim Editor05 Mei 2020 4 Mins Read
Office Services

Lindungi Makanan dengan Cetak Kemasan yang Tepat

By PrintQoe11 Mei 2020 3 Mins Read
Office Services

Alasan Kenapa Bisnis UMKM Perlu Memanfaatkan Pembayaran Digital

By PrintQoe04 Mei 2020 3 Mins Read
Office Services

Mau Tingkatkan Laba Bisnis UMKM Anda? Ikuti Tips Mudah Ini

By PrintQoe27 April 2020 3 Mins Read
Office Services

6 Cara Mempromosikan Produk Bisnis Baru Kepada Calon Pelanggan

By PrintQoe20 April 2020 5 Mins Read
Office Services

Yuk Bangkit & Jangan Takut Memulai Usaha Di Masa Pandemi

By Tim Editor09 April 2020 4 Mins Read
Office Services

Panduan Menyusun Kerangka Bisnis untuk Pemula

By PrintQoe06 April 2020 4 Mins Read
Comments
Write Comment