Insight

Begini Upaya Malaysia Tingkatkan Energi Terbarukan

By Tim Editor07 Agustus 2019 2 Mins Read
77 0

Gambar: Manan Vatsyayana / AFP Photo

OFiSKITA – Baru-baru ini, International Renewable Energy Agency (IRENA) menunjuk Malaysia sebagai negara tenaga surya fotovoltaik (PV) terbesar di ASEAN dengan total lebih dari 54.300 orang yang bekerja di industri yang bergerak di bidang energi terbarukan. 

Saat ini, Malaysia berada di urutan keenam dalam daftar negara terbesar pemberi kerja di sektor energi surya dan satu-satunya negara ASEAN yang masuk dalam 10 besar.

Laporan IRENA menyebutkan bahwa berbagai sektor energi terbarukan seperti energi surya, tenaga air, biofuel cair dan angin telah mempekerjakan 11 juta orang pada tahun 2018. 

Menurut data Otoritas Pengembangan Energi Berkelanjutan (SEDA), IRENA mencatat bahwa investasi asing (FDI) telah mengubah Malaysia menjadi produsen energi surya utama untuk pasar ekspor. Secara keseluruhan, IRENA memperkirakan tenaga kerja energi terbarukan Malaysia telah tumbuh dari 87.400 pada 2017 menjadi 98.500 pada 2018.

Kemajuan Malaysia dalam mengembangkan energi terbarukan dikarenakan kerja sama yang kuat dengan pemerintahnya. 

Dalam pidatonya bertepatan dengan ASEAN Labour Ministers Meeting ke-25 Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohammad mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran mengenai energi terbarukan, peningkatan keterampilan, pembinaan ulang, penilaian dan sertifikasi pada program terkait. Mahathir Mohammad mengatakan bahwa tenaga kerja yang bekerja di sektor energi terbarukan di ASEAN telah tumbuh sebesar 3,2% dalam dua tahun terakhir. 

Di sisi lain, Menteri Energi Malaysia mengatakan kepada media bahwa teknologi energi terbarukan menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat di negara itu dan kementeriannya akan membantu pembiayaan dengan memberikan suku bunga lebih rendah.

Inisiatif lain pengembangan energi terbarukan yang digalangkan pemerintah Malaysia adalah Skema Pendanaan Teknologi Hijau (GTFS) yang diperkenalkan pada 2010 untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi mereka pengelola energi hijau.

Hingga Oktober 2017, skema ini menghasilkan USD810 juta untuk lebih dari 302 proyek dengan potensi investasi hingga USD1,56 miliar, menciptakan lebih dari 5.000 pekerjaan dan mencegah emisi sebesar 3,513 juta ton CO2e (setara karbon dioksida).

Peluang kerja menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan untuk pertumbuhan ekonomi rendah karbon, dan seperti yang dicatat dalam laporan IRENA, pemerintah Malaysia telah memprioritaskan pengembangan energi terbarukan untuk tidak hanya mengurangi emisi dan memenuhi tujuan iklim internasional tetapi juga dalam mengejar manfaat sosial-ekonomi yang lebih luas.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sumber: Detik.com, The ASEAN Post, ANTARA

Related Articles
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Insight

Sudah Hadir! Medsos Bebas Iklan

By Tim Editor21 November 2019 3 Mins Read
Insight

Perusahaan Digital Raup Pasar Syariah

By Tim Editor18 November 2019 2 Mins Read
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor11 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment