Insight

Berbisnis Sambil Bekerja Full-Time, Why Not?

By Tim Editor04 Maret 2019 5 Mins Read
13 0

Gambar: Bruce Mars / Pexels.com

OFiSKITA - Memiliki bisnis sendiri memberi Anda kontrol penuh dalam pengelolaannya. Anda bahkan bisa bekerja secara fleksibel sesuai dengan preferensi waktu yang dikehendaki. Belum lagi berbagai manfaat lain seperti kesempatan untuk mengoptimalkan kemampuan dan kreativitas secara lebih optimal. Di sisi lain, saat ini Anda masih bekerja secara full time di perusahaan orang lain.

Jika kondisinya seperti ini, Anda tidak perlu buru-buru langsung resign dari tempat kerja untuk membangun bisnis sendiri. Semua pembisnis pasti ingin usahanya sukses, tapi sebetulnya tidak ada yang bisa menjamin kesuksesan suatu bisnis, kan? Jadi, jika seandainya bisnis yang Anda rintis tidak berjalan sesuai rencana, Anda masih tetap memiliki penghasilan dari kerja full time.

Ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk memulai usaha, walaupun masih memiliki pekerjaan full time. Pakar pemasaran Neil Patel berbagi delapan cara yang bisa Anda terapkan:

Pastikan bebas dari ikatan hukum

Poin pertama ini sangat penting, tapi terkadang dilupakan. Terkadang, bila Anda bekerja di sebuah perusahaan, Anda akan terikat kontrak yang melarangmu memiliki pekerjaan sampingan. Apalagi bila sampinganmu adalah bidang yang sama dengan bisnis perusahaan tersebut.

Sebelum memulai usaha, pastikan dulu bahwa Anda memang boleh melakukannya. Bila Anda melanggar kontrak, tidak hanya Anda bisa dipecat dari perusahaan, reputasimu di kalangan profesional juga akan anjlok. Ada baiknya Anda bicarakan dulu dengan atasan tentang rencana usahamu itu.

Identifikasi waktu luang

Sibuk, tidak punya cukup waktu, adalah alasan yang paling sering muncul dari mulut seorang karyawan. Tapi coba pikirkan lagi, sesibuk apa Anda sebenarnya? Survei dari Nielsen menemukan bahwa ternyata rata-rata orang dewasa menghabiskan waktu lima jam per hari untuk menonton televisi. Bahkan, 64% karyawan mengaku menonton video online selama jam kerja.

Kebiasaan membuang waktu tumbuh tidak hanya karena kita butuh hiburan. Ada beberapa alasan lain yang bisa menyebabkannya, seperti stres, kurang tidur, rasa tak puas terhadap gaji, dan lain-lain. Bila Anda bisa menemukan dan meminimalkan hal-hal seperti ini, waktu yang bisa Anda gunakan untuk mengurus usaha sampingan akan lebih optimal.

Bekerja secara terfokus

Kurang fokus adalah masalah yang banyak dialami oleh wirausahawan. Untuk mengatasinya, Anda harus bisa melakukan pekerjaan yang mendalam, atau deep work. Berbeda dengan pekerjaan umum (shallow work) seperti membalas e-mail, menelepon klien, atau menghadiri rapat, bekerja secara terfokus (deep work) mengharuskanmu mendorong kemampuan kognitif sampai batas maksimal dengan fokus pada satu hal hingga selesai.

Contoh deep work misalnya melakukan riset, menulis, atau membuat rencana strategis. Dalam mengerjakan hal-hal ini, Anda harus benar-benar mengisolasi diri dari kegiatan atau interaksi lain. Apalagi bila waktu Anda terbatas.

Tidur cukup

Begadang dan bekerja di akhir pekan terkadang dianggap sebagai hal biasa oleh kalangan entrepreneur. Padahal kondisi kurang tidur bisa menurunkan performa, dan pada akhirnya malah merusak kesehatanmu dalam jangka panjang. Jangankan entrepreneur, karyawan biasa saja banyak yang tidur kurang dari enam jam sehari.

Melihat hal ini, wajar bila para profesional ada yang mengaku sering bekerja dalam keadaan lelah. Terkadang mungkin Anda butuh lembur, tapi tidak seharusnya Anda lembur setiap waktu. Pastikan Anda tidur cukup (sekitar 8-10 jam per hari), maka Anda akan merasa lebih berenergi dan bisa bekerja lebih efisien.

Outsource sebanyak mungkin

Outsourcing sering dipandang sebelah mata. Banyak yang mengidentikkan outsourcing dengan pekerjaan berkualitas rendah, padahal tidak semua outsourcing seperti itu. Bila Anda menemukan perusahaan outsource yang terpercaya, Anda bisa membuat beban kerja jauh lebih ringan dan fokus di hal-hal yang menjadi spesialisasi Anda.

Gunakan outsourcing untuk menutupi kelemahan Anda. Ini adalah salah satu wujud praktik “work smarter, not harder”. Bila anggaran Anda terbatas, Anda bisa mencari pekerja freelance individual ketimbang perusahaan. Dengan memanfaatkan outsource, Anda bisa mendapat hasil lebih efisien dan berkualitas, daripada harus mempelajari dan melakukan semua hal sendirian.

Bekerja secara remote

Ini adalah strategi yang terdengar tidak praktis, tapi bisa memunculkan hasil yang tak terduga. Bekerja dari rumah artinya Anda bisa menentukan jam kerja sendiri, tidak perlu terikat pada hal-hal formal seperti lokasi dan pakaian, serta tidak perlu menghabiskan waktu untuk perjalanan. Anda juga punya lebih banyak waktu untuk mengerjakan sampingan.

Bila memungkinkan, Anda bisa meminta pada bos untuk diperbolehkan bekerja secara remote. Sebagai gantinya, Anda harus bisa menunjukkan produktivitas yang baik. Jalin komunikasi yang aktif, dan jangan sampai mengecewakan atasanmu. Ingat, pekerjaan utamamu adalah prioritas. Usaha sampingan, seperti namanya, hanyalah sampingan.

Mulai dari hal kecil

Banyak wirausahawan yang mencoba langsung besar dari awal. Mereka merencanakan launching yang megah, merancang skema pemasaran jangka panjang, mendaftarkan hak cipta, dan sebagainya. Ini bukan ide bagus. Bila Anda mulai besar-besaran lalu gagal, maka Anda akan kehilangan banyak uang dan waktu yang berharga.

Membangun usaha butuh kerja keras, tidak bisa instan. Mungkin Anda merasa bahwa idemu hebat, tapi apa jaminannya ide tersebut akan diterima pasar? Karena itu, sebelum terjun all-out, Anda terlebih dulu harus melakukan tes validasi ide. Caranya misal dengan membuat situs web, meluncurkan kampanye crowdfunding, atau mengadakan webinar.

Dengan hal-hal seperti ini, Anda bisa melihat apakah ide Anda benar-benar tervalidasi atau tidak. Bila sudah yakin, mulailah dengan langkah kecil. Jangan mencoba mengalahkan penjualan Apple dalam waktu satu bulan. Yang terpenting Anda harus terus tumbuh, bukan muncul gegap gempita lalu lenyap seperti kembang api di musim panas.

Buat tujuan yang spesifik

Anda ingin tahu resep sukses memulai usaha? Resepnya adalah dengan menentukan tujuan. Tidak perlu terlalu muluk, Anda cukup meluangkan sedikit waktu untuk memikirkan apa tujuanmu dan bagaimana cara mencapainya. Anggap saja seperti membuat rancangan kasar business plan.

Untuk menentukan tujuan usaha, Anda bisa menggunakan sistem yang bernama SMART. Tujuan yang Anda capai harus memenuhi kaidah SMART—Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Timely.

Jadi, jika saat ini Anda sedang bekerja full time dan memiliki keinginan membuka bisnis online, jangan buru-buru resign dari perusahaan. Tips di atas akan membantu Anda untuk menjalankan bisnis sampingan sekaligus tetap mempertahankan performa kerja di perusahaan orang lain. Semoga berhasil!

Sumber: berbagai sumber

Related Articles
Insight

Tips Membangun Loyalitas Pelanggan Anda

By Tim Editor22 Maret 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Khawatir, Ini Cara Tingkatkan Efisiensi Kerja

By Tim Editor14 Maret 2019 2 Mins Read
Insight

Solusi Agar Semangat Kerja Karyawan Tidak Menurun

By SpotQoe21 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Indonesia Surganya Startup

By Tim Editor21 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

3 Cara Hadapi Tantangan Karir di Tempat Kerja

By Tim Editor22 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Alasan Mengapa Orang Suka Menunda Pekerjaan

By Tim Editor22 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Branding Bukan Monopoli Bisnis Skala Besar Saja

By Tim Editor20 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Sampaikan Kabar Buruk Kepada Karyawan dengan Cara yang Elegan

By Tim Editor20 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Langkah- langkah Membangun Diri Menjadi Pemimpin

By Tim Editor20 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Cara Menciptakan Ruang Konferensi yang Ideal

By SpotQoe20 Februari 2019 4 Mins Read
Comments
Write Comment