Insight

Brazil Salip Indonesia dalam Ekspor Produk Halal

By Tim editor03 Januari 2020 3 Mins Read
61 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Meski memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia, faktanya Indonesia ternyata bukan negara pengekspor produk halal terbesar. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dalam pidatonya di sela-sela pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI). Kontras dengan kontribusi Indonesia yang masih terhitung kecil di pasar halal dunia yaitu sebesar 3,8% dari total market yang mencapai USD 2,1 triliun, Brazil justru berhasil menjadi negara eksportir produk halal nomor satu di dunia.

“Berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan Brazil yang merupakan eksportir produk halal nomor 1 di dunia dengan nilai USD 5,5 miliar dolar”.

Setelah Brazil, posisi nomor dua pun diduduki oleh  Australia, dengan nilai ekspor sebesar USD 2,4 miliar. Ini tidak mengherankan karena meski mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, namun mereka lebih condong menjadi konsumen produk halal besar dunia. Proporsinya bahkan mencapai 10% atau mencapai USD 214 miliar.

"Sayangnya Indonesia hanya menjadi konsumen dan tukang stempel untuk produk halal yang diimpor," ujar Ma'ruf lagi.

Pencatataan Ekspor yang Belum Rapi

Di lain pihak, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan bahwa industri produk halal Indonesia sebenarnya sudah banyak yang diekspor ke luar, namun pencatatannya belum semua rapih. Adhi menduga hal tersebut yang membuat industri produk halal Indonesia terkesan kalah dengan negara lain. Ia pun membandingkan database pencatatan produk halal di Malaysia dan Brazil yang jauh lebih rapi dari Indonesia. Karena itu, Adhi mengusullkan agar pemberitahuan ekspor produk halal dicatat dengan rapih. Ia meminta ada database pencantuman kolom halal dan tidak halal dari produk produk yang diekspor.

"Sehingga semua rapih dan database ini yang bisa kita pakai untuk kita sampaikan kepada World Halal Council  supaya ini lho Indonesia sebenarnya kita sudah cukup banyak (produk halal)," ujar Adhi.

Adhi mengungkap, rata-rata industri besar sudah memiliki sertifikat halal. Ia menerangkan, nilai ekpor pangan olahan Indonesia saja sekitar USD 7,5 milliar. Jika termasuk sawit maka menjadi  USD30 milliar. Artinya produk halal Indonesia sangat besar.

"Nah itu kalo dicatat 30 milliar itu sudah cukup besar, bisa mungkin ranking 1 bisa loncat. Tapi harus dikoordinasikan dengan pencatatan di dunia supaya ini sinkron, Pak Wapres juga menyatakan bagus itu kalau dicatat sehingga langsung keliatan," ujarnya.

Namun demikian, Adhi mengungkap tantangan industri halal masih ada di industri kecil, mikro dan rumah tangga yang belum semua memiliki sertifikasi halal. Ia menerangkan, jumlahnya sekitar 1,6 juta menurut data Badan Pusat Statistik.

"Sertifikasi halal ini menjadi masalah karena butuh waktu kapasitas dan kompetensinya dimana kami dikasih waktu sampai 2024 mungkin menjadi tantangan yang berat untuk bisa tercapai, nah Pak Wapres ingin membahas lebih lanjut tentang hal ini apakah perlu dilakukan penyesuaian atau tidak," ujarnya.

Sumber: cnbcindonesia.com; asianet.id; republika.co.id

Related Articles
Insight

Memulai Bisnis di Tengah Pandemi? Anda Hebat!

By Tim Editor16 September 2020 3 Mins Read
Insight

5 Tips Agar Bisnis Tetap Jalan Di Tengah Pandemi

By Tim Editor02 September 2020 3 Mins Read
Insight

Sekali Dayung Dua Bisnis Dijalani Sekaligus

By Tim Editor18 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Sudah Coba? Ini Dia Fintech yang Ngetren di Indonesia

By Tim Editor14 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Kue Cokelat Obat Survive di Tengah Krisis

By Tim Editor13 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

PrintQoe.com Beberapa Kali Raih Penghargaan

By PrintQoe07 Agustus 2020 2 Mins Read
Insight

Susu Kambing Etawa, Dari dan Untuk Masyarakat Indonesia

By Tim Editor17 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Penerus Usaha Abon Sapi Keluarga yang Belajar dari Nol

By Tim Editor15 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Tips Kerja Produktif Saat Kembali Ngantor Di New Normal

By AXIQoe14 Juli 2020 3 Mins Read
Comments
Write Comment