Strategi

Ciptakan Kolaborasi dan Interaksi, Co-Working Space Bisa Jadi Pilihan

By Tim Editor13 September 2018 2 Mins Read
635 0

OFiSKITA – Ruang kerja bersama atau yang saat ini dikenal dengan istilah co-Working Space kini menjadi tren baru dalam menjalankan bisnis atau usaha, tidak terkecuali di Asia Tenggara seperti Singapura dan Indonesia.

Co-working space pertama kali muncul di Singapura pada tahun 2011. Kemunculannya banyak mendapat perhatian dan apresiasi sebagai cara baru untuk bekerja. Mereka yang menikmati kerja dari co-working space biasanya berasal dari perusahaan rintisan atau startup di bidang teknologi yang bisa menjadi cara untuk menekan anggaran mereka.

Selain itu, co-working space juga banyak digunakan oleh para pekerja freelance atau mereka yang tidak bisa bekerja dari rumah. Di ruang kerja bersama, jangan heran apabila rekan kerja di sebelah Anda berganti dalam kurun waktu yang tidak lama. Namun mereka biasanya akan cepat akrab karena telah disatukan oleh tujuan dan kebutuhan yang sama.

Di co-working space, suasana kantor sangat jauh berbeda dengan kebanyakan kantor pada umumnya. Tampilan co-working space sebagian besar di rancang dengan konsep menarik dengan sentuhan kasual dan tidak kaku, konsep yang cocok untuk para pekerja milenial. Di Singapura, co-working space yang tengah berkembang di antaranya HackerspaceSG, SmarSpace, dan Cowork@SG.

Menurut laporan dari Colliers International, tercatat ada 113 co-working space di CBD hingga akhir 2017. Jumlah tersebut diperkirakan bakal terus bertambah seiring kebutuhan ruang kantor yang meningkat.

Head of Office Services Colliers International Duncan White mengatakan, terlepas dari konsep dan tampilan estetikanya, co-working space mampu menghadirkan fleksibilitas di dunia kantor dan meningkatkan interaksi antar pekerja. “Ruang kerja yang terbuka dan kolaboratif mendorong interaksi yang lebih baik dan memicu mengalirnya ide dan produktivitas,” kata White seperti dikutip dari Business Times.

Dari segala bidang bisnis, co-working space dianggap mampu menjawab kebutuhan akan ruang kantor. Seperti Paperwork, yang didirikan oleh Narita Cheah ini menjadi pilihan bagi pekerja seni karena telah menciptakan ruang kerja bersama untuk studio desain dan kreasi.

Cheah mengatakan, dunia desain adalah sebuah industri yang tidak perlu kompetitif. Untuk itu, kebersamaan dan kolaborasi menjadi penting dihadirkan melalui co-working space karena sering kali ide-ide brilian yang berharga hanya berakhir di laci meja atau tempat sampah akibat mereka tidak mengerjakan bersama di industrinya.

“Paperwork adalah tempat kerja yang menyatukan studio desain, desainer independen, dan freelancer untuk menciptakan ide satu sama lain. Ini adalah tempat yang dibutuhkan untuk komunitas kreatif, yang didukung dengan sumber daya dan fasilitas terbaik,” katanya.

Selain Paperwork, ada WeWork, sebuah perusahaan penyedia co-working space berbasis di Amerika Serikat, yang mengalami perkembangan pesat dengan membuka cabang di Singapura dan Indonesia. Mereka juga akan menambah lebih dari 3 co-working space pada akhir tahun ini.

“WeWork adalah komunitas global, di mana kami memiliki misi untuk menciptakan sebuah dunia yang terdapat orang-orang yang mampu menjadikan hidup tidak sekadar hidup,” kata Direktur Asia Tenggara WeWork Turochas Fuad.

Beberapa perusahaan besar dikabarkan sudah melantai di WeWork seperti HP Inc, startup dan UMKM seperti PolicyPal, StashAway, dan Wantedly. Fuad mengatakan, mereka yang menggunakan WeWork berasal dari berbagai macam industri yang membuat bisnis semakin berkembang dengan banyak saran dan ide.

“Lebih banyak orang dari berbagai latar belakang di komunitas kami akan semakin banyak membuka kesempatan untuk koneksi dan kolaborasi satu sama lain,” kata Fuad.

Selain Singpura, co-working space juga mengalami perkembangan di Jakarta, Indonesia, dengan berbagai macam pilihan lokasi, harga, fasilitas, dan layanan. Co-working space tersebut mampu menjawab kebutuhan akan ruang kantor bagi para freelancer, startup, atau bahkan perusahaan yang telah berkembang lebih dulu. Untuk menemukan informasi lainnya mengenai ruang kerja bersama, Anda bisa mengunjungi platform pencarian working space di Indonesia, Spotqoe.com (sumber: Business Times)

Related Articles
Strategi

Mencari Aturan Kerja yang Fleksibel

By Tim Editor07 November 2018 2 Mins Read
Strategi

Menjadikan Manusia Lebih Berharga dengan Keahlian Mereka

By Tim Editor06 November 2018 2 Mins Read
Strategi

Kepercayaan Diri adalah Kunci Saat Menempati Posisi yang Baru

By Tim Editor13 Maret 2018 2 Mins Read
Strategi

Penilaian Rekan Kerja Pengaruhi Permohonan Naik Gaji Karyawan Perusahaan

By Tim Editor01 November 2018 2 Mins Read
Strategi

7 Kiat Work-Life Balance untuk Para Eksekutif

By Tim Editor25 Oktober 2018 2 Mins Read
Strategi

Negara-negara Terbaik untuk Menghasilkan Lebih Banyak Uang

By Tim Editor24 Oktober 2018 2 Mins Read
Strategi

Fleksibilitas adalah Kunci Sukses di Tempat Kerja

By Tim Editor24 Oktober 2018 3 Mins Read
Strategi

Pulau Buatan Ini Bisa Jadi 'Pelarian' Para Pelaku Startup

By Tim Editor22 Mei 2018 2 Mins Read
Comments
Write Comment