Office Services

Coworking Space Berkembang Pesat, Bagaimana Nasib Kantor Saat Ini?

By Tim Editor12 Maret 2019 2 Mins Read
59 0

Gambar: Viktor Talashuk / Unsplash

OFiSKITA – Penelitian yang dilakukan konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menunjukkan bahwa permintaan coworking space pada tahun 2018 mencapai 33% dari total permintaan ruang kantor. Pada kuartal keempat 2018 saja, permintaan office space mencapai hingga 20.500 meter persegi di Central Business District dan 15.500 meter persegi di area non-Central Business District.

Jika penyerapan coworking space meningkat, lain hal dengan gedung perkantoran. Menurut lembaga konsultasi Savills Indonesia, tingkat penyerapan gedung perkantoran mengalami penurunan sejak 2011 hingga 2016. Penyerapan gedung perkantoran di area Central Business District pada 2016 dan 2017 tak sampai 100 ribu meter persegi, dengan tingkat kekosongan tertinggi terjadi di gedung perkantoran grade A sebesar 33%.

Kekosongan juga terjadi pada gedung grade premium yang mencapai 23%. Sementara tingkat kekosongan gedung grade B dan C masih di bawah 20 persen. 

Belakangan, coworking space menjadi tempat yang paling diminati oleh pelaku bisnis atau startup untuk bekerja. Ini karena sifat coworking space yang fleksibel dan dapat diakses selama 24 jam. Menurut Head of Research & Consultany Savills Indonesia Anton Sitorus, banyak pengusaha dan perusahaan mulai melirik co-working space karena mereka tidak perlu pusing perjanjian sewa dan lainnya karena sudah jadi tanggungan operator coworking space.

Head of Research JLL James Taylor, mengungkapkan bahwa sepanjang 2018 terjadi peningkatan luas tempat yang dimanfaatkan sebagai coworking space sebesar 60% menjadi 120 ribu meter persegi. Tak hanya itu, jumlah operator atau pengelola co-working space juga bertambah sebanyak 8% menjadi 41 operator. 

Menurut James, pengelola coworking space sudah mulai mengincar gedung grade A seperti yang berada di mall-mall dan Central Business District, dibandingkan gedung grade B dan grade C. Kondisi ini masih akan terus berlanjut di tahun 2019 dan di tahun-tahun berikutnya.

Kini coworking space semakin mudah ditemukan. Namun, menurut Presiden Perkumpulan Coworking Indonesia Faye Alund, persebaran bisnis coworking space di Indonesia belum merata. 80 persen masih berada di area Jawa-Bali, untungnya, pertumbuhannya tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja. Bisnis coworking space masih memiliki peluang besar, pangsa pasarnya juga masih terbuka lebar, seperti pekerja seni dan freelance.

Jika perusahaan Anda juga berniat berkantor di coworking space, SpotQoe memberikan banyak pilihan coworking space yang sesuai untuk Anda.

Sumber: CNBC Indonesia, CNN Indonesia, Tempo.co, Warta Ekonomi
 

Related Articles
Office Services

Agenda yang Penting Dibahas Saat Monthly Meeting

By SpotQoe22 Januari 2020 3 Mins Read
Office Services

5 Coworking Space Yang Letaknya Dekat Stasiun dan Bandara

By SpotQoe13 Januari 2020 4 Mins Read
Office Services

Tahun Baru Suasana Kantor Baru, Ini 5 Inspirasi Kantor dengan Interior Cozy

By Tim Editor31 Desember 2019 3 Mins Read
Office Services

Trik Redam Sindrom Post Holiday Blues

By SpotQoe18 Desember 2019 3 Mins Read
Office Services

Pernah Dengar Tentang Konsep Transit Oriented Development?

By SpotQoe17 Desember 2019 4 Mins Read
Office Services

5 Rooftop Kekinian di Jakarta untuk Event End Of Year

By SpotQoe17 Desember 2019 3 Mins Read
Office Services

Hubungan Erat Antara Data, Analitik, dan Insight

By Tim Editor20 Desember 2019 3 Mins Read
Office Services

Lagi Liburan Di Bali Mendadak Ada Kerjaan? Tenang, Coworking Space Ini Solusinya!

By Tim Editor05 Desember 2019 3 Mins Read
Office Services

4 Spot Terbaik untuk Menikmati Perayaan Tahun Baru di Ibu Kota

By SpotQoe27 November 2019 3 Mins Read
Office Services

Ruang Meeting Di Kantor Full? Ini Solusinya!

By SpotQoe21 November 2019 3 Mins Read
Comments
Write Comment