Insight

Cybercrime Ancam Fintech, Mobile Banking & e-Commerce di 2020

By Tim Editor26 Desember 2019 2 Mins Read
425 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Kaspersky Lab, sebuah perusahaan keamanan siber global dari Rusia memprediksi bahwa di tahun depan para pelaku kejahatan dunia maya menargetkan aplikasi fintech, mobile banking, dan e-commerce. Para peneliti Kaspersky mengungkapkan ada beberapa alasan mengenai prediksi itu. Simak penjelasan berikut. 

1. Fintech attack. Maraknya investasi berbasis seluler, dimana tidak semua aplikasi tersebut membentengi dirinya dengan keamanan terbaik, seperti otentikasi multi-faktor atau perlindungan koneksi aplikasi, yang memungkinkan para pelaku kejahatan siber menemukan celah untuk dimanfaatkan

2. Trojan mobile banking yang baru. Penelitian dan pemantauan Kaspersky terhadap forum underground menunjukkan bahwa kode keamanan mobile banking telah bocor ke domain publik. Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya tentang kebocoran kode sumber malware misalnya Zeus dan SpyEye, yang menghasilkan peningkatan variasi baru pada trojan tersebut 

3. Akses berbayar ke infrastruktur perbankan dan serangan siber yang menyusupkan aplikasi jahat untuk mengunci data pengguna dengan tujuan meminta tebusan uang (ransomware) terhadap perbankan. Pada 2020 nanti, para ahli Kaspersky memprediksi peningkatan aktivitas kelompok-kelompok yang berspesialisasi dalam penjualan jaringan akses dari kriminal ke kriminal ke bank-bank di kawasan Afrika, Asia, serta di Eropa Timur. Target utama mereka adalah bank-bank kecil serta organisasi keuangan yang baru-baru ini dibeli oleh pemain besar dan membangun kembali sistem keamanan siber mereka yang sesuai dengan standar perusahaan induknya

4. Magecarting 3.0. Lebih banyak kelompok pelaku kejahatan dunia siber akan menargetkan sistem pemrosesan pembayaran online. Selama beberapa tahun terakhir, apa yang disebut JS-skimming telah mendapatkan popularitas luar biasa di kalangan pelaku kejahatan siber. 

Kemungkinan serangan yang paling berbahaya dapat terjadi pada perusahaan yang menjadikan laman e-commerce sebagai layanan, dan ini, juga dapat membahayakan ribuan perusahaan sejenis lainnya. Divisi keamanan perusahaan harus lebih memperhatikan infrastruktur komputasi awannya dan juga mengatasi risiko yang semakin besar dari para tim internal saat mengakses jaringan. Dengan adopsi teknologi seluler generasi kelima (5G) yang lebih luas yang diproyeksikan dimulai tahun 2020, kita harus dapat membangun pertahanan lebih baik.

Sumber: investor.id; dream.co.id

Related Articles
Insight

Solusi Praktis Bagi Kebutuhan Cetak Perbankan

By PrintQoe08 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Adaptasi Digital Marketing Di Masa Pandemi

By Tim Editor07 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Bicara Bisnis Lebih Aman dengan WebEx Meetings

By Tim Editor30 April 2020 3 Mins Read
Insight

WhatsApp Segera Tambah Kuota Partisipan Video Call

By Tim Editor21 April 2020 3 Mins Read
Insight

6 Cara Mempromosikan Produk Bisnis Baru Kepada Calon Pelanggan

By PrintQoe20 April 2020 5 Mins Read
Comments
Write Comment