Insight

Dari B Sampai G, yang Mana Model Ecommerce Anda?

By Tim Editor19 Maret 2019 4 Mins Read
30 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Perdagangan elektronik atau e-commerce memiliki berbagai model bisnis, yang penamaannya disesuaikan dengan target dari bisnis itu sendiri. Bila selama ini Anda lebih familiar dengan B2B atau B2C, sebenarnya masih ada beberapa model bisnis lain yang perlu Anda ketahui sebelum membuat bisnis ecommerce sendiri.

Consumer-To-Business (C2B)

Model C2B adalah kebalikan dari B2C, dimana konsumenlah yang menawarkan barang dan jasa kepada operator bisnis. Menariknya, industri C2B bisa dibilang saluran pekerjaan yang paling signifikan selain pekerjaan kantor. Ini dikarenakan karena transaksinya tanpa batas.

Ecommerce C2B bisa diidentifikasi menjadi dua kategori:

Pekerja independen > Kelompok orang yang menawarkan produk atau layanan melalui situs web yang mereka buat. Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk berinteraksi langsung dengan klien, dan menegosiasikan kesepakatan berdasarkan persyaratan mereka.

Freelancer > Mayoritas pelakunya adalah penyedia layanan dan penjual produk di situs lepas seperti Fiverr atau Sribulancer.

Pro

- Menyediakan saluran bagi perusahaan untuk mencari dan menyewa berbagai talenta layanan dan produk dari seluruh dunia

- Memungkinkan penyedia layanan untuk mendapatkan pengalaman kerja di berbagai proyek dan dibayar dengan baik untuk melakukannya

- Kebebasan dan fleksibilitas bagi para pekerja lepas

Kontra

- Perlu keterampilan komunikasi tingkat tinggi untuk menyampaikan gagasan

- Tantangan bagi perusahaan dalam mengirimkan pembayaran ke freelancer di beberapa bagian dunia

Consumer-To-Consumer (C2C)

Model bisnis ini ketika konsumen menjual kepada konsumen, dan biasanya dilakukan melalui situs web pihak ketiga atau platform online independen. Contoh C2C melalui situs web pihak ketiga adalah platform lelang seperti eBay yang menyatukan penjual dan pembeli. eBay memungut bayaran untuk memfasilitasi setiap penjualan sementara pihak lain bertanggung jawab untuk menyelesaikan hal-hal seperti kualitas produk, pengemasan, pengiriman, dan pengembalian uang.

Pro

- Biasanya tidak ada biaya di muka untuk mendapatkan produk yang terdaftar di situs web C2C pihak ketiga.

- Galeri produk tidak terbatas

- Memfasilitasi penjualan barang bekas dibandingkan dengan B2C, di mana sebagian besar produk adalah baru.

- Sering berfungsi sebagai pasar gelap bagi bisnis untuk membeli barang tanpa melalui pasar primer

Kontra

- Biaya yang dibebankan untuk setiap penjualan menggunakan model ecommerce C2C di situs pihak ketiga seperti eBay dapat memakan keuntungan dari pedagang.

- Berisiko tinggi dalam hal kualitas produk daripada model bisnis eCommerce lainnya

- Pengguna dapat membeli barang dari situs lelang, dengan harga yang meningkat yang bukan keputusan ekonomi yang baik.

Business-to-Goverment (B2G)

Ecommerce B2G adalah model dimana bisnis menjual produk atau layanannya kepada pemerintah di wilayah tempatnya beroperasi. Bisnis di bawah payung ini biasanya memiliki kantor administrasi pemerintah atau publik, dan menerima kontrak secara jangka panjang.

Pro

- Margin keuntungan tinggi dan umur kerja sama lebih panjang daripada kebanyakan model bisnis ecommerce lainnya

- Dapat menikmati manfaat pajak yang tidak lazim bagi pedagang ecommerce lainnya

- Meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi dalam administrasi publik

Kontra

- Perubahan dalam susunan pemerintahan dapat berdampak buruk pada produk atau penyedia layanan B2G

- Membutuhkan modal besar

- Dapat membatasi bisnis untuk beroperasi dalam lokasi geografis tertentu, sehingga menghilangkan tujuan utama transaksi eCommerce yang merupakan pengiriman produk dan layanan tanpa batas

Consumer-To-Government (C2G)

Kali ini konsumen atau anggota masyarakat yang menawarkan nilai kepada pemerintah atau badan administrasi publik.

Pro

- Membuat administrasi publik lebih fleksibel dan efisien

- Mendorong pengetahuan publik tentang teknologi berbasis internet

- Ada potensi keuntungan yang sangat besar bagi pihak ketiga yang dikontrak untuk menangani transaksi C2G

Kontra

- Kurangnya layanan internet di beberapa wilayah dapat membatasi kinerja C2G

- Kesadaran publik dan program pendidikan mungkin diperlukan untuk memperkenalkan masyarakat pada sistem C2G

Consumer-To-Administration (C2A)

C2A ini memungkinkan konsumen untuk menerima informasi, melakukan pembayaran, dan membangun jalur komunikasi langsung antara pemerintah atau badan berwenang dengan konsumen yang diwakilinya. Banyak transaksi C2A umum mungkin termasuk membayar pajak, denda, atau membayar biaya kuliah. Hal ini memungkinkan konsumen untuk melakukan bisnis secara instan dengan organisasi besar melalui cara yang lebih efisien.

Dengan penjelasan di atas tentunya Anda kini sudah semakin paham bahwa ecommerce bukan sebatas berbelanja online di website Tokopedia, Bukalapak, dan lain sebagainya. Jadi rencanakanlah ecommerce Anda sesuai dengan peruntukannya.    

Sumber: magnetoitsolutions.com; trellis.co

Related Articles
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Insight

Sudah Hadir! Medsos Bebas Iklan

By Tim Editor21 November 2019 3 Mins Read
Insight

Perusahaan Digital Raup Pasar Syariah

By Tim Editor18 November 2019 2 Mins Read
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor11 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment