Digital Services

Dari HCI Kini Beralih ke dHCI dengan One Management Integration Plan

By Tim Editor17 Desember 2019 2 Mins Read
54 0

Gambar: Pixabay 

OFiSKITA - Sebelumnya para pelaku IT mengenal converged infrastructure sebagai service netrwork dan storage di dalam satu rack yang harus dibeli secara bersama-sama, sehingga biayanya menjadi mahal. Memang terdapat banyak layanan profesional di dalamnya,akan tetapi juga banyak yang harus dikelola sehingga tidak bisa dibilang fleksibel. Perkembangan teknologi kemudian menghasilkan evolusi dari converged infastructure menjadi hyperconverged infrastructure atau lazim disingkat menjadi HCI. Perbedaan dengan converged infrastructure adalah bahwa HCI bisa menghilangkan bagian-bagian yang tidak dibutuhkan, dan Anda bisa memiliki blocks masing-masing untuk network, storage, dan compute di satu tempat, dan di bawah pengelolaan satu user interface. Tetapi sayangnya Anda masih harus membeli semuanya satu paket sekaligus, dan apa yang sudah ada di on premise tidak bisa diintegrasi ke dalam HCI. Dan ini disebut greenfield deployment

HPE Memperkenalkan dHCI

Kini HPE memperkenalkan disagregated hyperconverged infrastructure atau dHCI yang memiliki kemampuan greenfield deployment, dan disebut dengan brain deployment. Contoh kasus: anggap saja anda punya Gen 9 dan Gen 10, kemudian Anda menggunakan platform Nimble Storage dan mengintegrasikan semuanya menjadi platform dHCI.  

Keuntungannya dari dHCI antara lain:

  • One management integration plan, dimana Anda dapat mengelola semuanya di bawah satu manajemen melalui VMW. Availabilitas Nimble yang mencapai 99,9999% memungkinkan Anda menjalankan business critical application di platform dCHI., termasuk juga memungkinkan Anda untuk application consistent integration untuk aplikasi-aplikasi seperti Snap shot Backups, Replication & Restores, juga termasuk encryption.

  • Kemampuan untuk melakukan analisa full stack ke dalam HPE Infosight software as a service. Prosesnya adalah mengumpulkan dan menganalisa data dari virtual machine, storage dan network, sehingga Anda bisa melakukan native predictive analytic di semua stack. Anda juga bisa mengetahui apa kendala yang sedang terjadi, bukan hanya di bagian storage tapi juga di network, atau di virtual mesin itu sendiri. 

  • Anda juga bisa melakukan eskalasi secara independen, dimana Anda bisa menambah storage atau compute. Jadi pada dasarnya Anda bisa melakukan apa yg dibutuhkan dengan Business Critical Application di platform dHCI.  

  • Dengan dHCI Anda hanya membutuhkan sekitar 15 menit untuk deploy platform dari awal hingga akhir. Anda juga bisa mengintegrasikan dHCI dengan public cloud, dan melakukan native integration dengan HPE Cloud Volume, yang nantinya juga bisa dikoneksikan dengan data set seperti AWS, Azure, atau GCP. Anda pun dapat mereplika dan memindahkan data dari on premise private cloud ke public cloud dan sebaliknya dengan mudah. 

Sumber: HPE Technology youtube channel

Related Articles
Digital Services

Memulai Bisnis di Tengah Pandemi? Anda Hebat!

By Tim Editor16 September 2020 3 Mins Read
Digital Services

5 Tips Agar Bisnis Tetap Jalan Di Tengah Pandemi

By Tim Editor02 September 2020 3 Mins Read
Digital Services

Sekali Dayung Dua Bisnis Dijalani Sekaligus

By Tim Editor18 Agustus 2020 3 Mins Read
Digital Services

Sudah Coba? Ini Dia Fintech yang Ngetren di Indonesia

By Tim Editor14 Agustus 2020 3 Mins Read
Digital Services

Kue Cokelat Obat Survive di Tengah Krisis

By Tim Editor13 Agustus 2020 3 Mins Read
Digital Services

PrintQoe.com Beberapa Kali Raih Penghargaan

By PrintQoe07 Agustus 2020 2 Mins Read
Digital Services

Susu Kambing Etawa, Dari dan Untuk Masyarakat Indonesia

By Tim Editor17 Juli 2020 3 Mins Read
Digital Services

Penerus Usaha Abon Sapi Keluarga yang Belajar dari Nol

By Tim Editor15 Juli 2020 3 Mins Read
Digital Services

Tips Kerja Produktif Saat Kembali Ngantor Di New Normal

By AXIQoe14 Juli 2020 3 Mins Read
Comments
Write Comment