Insight

Data yang Buruk Hampir Pasti Rugikan Bisnis

By Tim Editor18 Desember 2019 2 Mins Read
87 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Salah satu sikap yang harus dimiliki seorang wirausahawan diantaranya adalah berani mengambil risiko, terutama risiko dalam hal finansial. Akan tetapi Anda perlu ingat ada satu risiko keuangan yang kerap gagal dihindari oleh banyak pengusaha, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan data, padahal data yang didapat tidak membawa benefit apapun bagi perusahaan, alias data buruk. Padahal di zaman yang segala sesuatunya bergantung pada data, buruknya sekumpulan data berpotensi menimbulkan masalah yang sistemik.  

Data yang digunakan pengusaha dapat mencakup apa saja dan berasal dari mana saja. Perusahaan ride-hailing misalnya, bisa saja membeli data lokasi secara teratur untuk memastikan peta rute mereka selalu update dan akurat. Perusahaan pemasaran bisa jadi akan membeli data lokasi pada pola perjalanan konsumen yang memungkinkan mereka untuk menjual iklan

Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah data-data tersebut tidak jelas asal muasalnya. Dan ketidakpastian itu dapat meningkatkan kemungkinan masuknya data-data yang buruk masuk ke dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.

Pengeluaran yang Terbuang Percuma

Penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata data yang buruk berpotensi merugikan perusahaan sebesar 30 persen dari pemasukan mereka. Perusahaan riset Gartner telah menemukan bahwa biaya rata-rata dari kualitas data yang buruk berjumlah antara USD 9,7 juta dan USD 14,2 juta per tahun. Untuk pemula di sektor-sektor seperti layanan internet, transportasi, dan analisis data yang memiliki tingkat bakaran uang tertinggi, kerugian dari data berkualitas buruk adalah biaya tambahan yang tidak masuk akal. 

Masalahnya adalah ekonomi data yang secara umummencakup produksi, aliran, pembelian, dan penjualan data. Data dibuat oleh produsen data, seperti aplikasi berbagi perjalanan, jaringan media sosial, perusahaan telekomunikasi, bank, dan seluruh jajaran perusahaan swasta. Data tersebut kemudian disimpan secara anonim di pusat-pusat penyimpanan data dan sering dibeli oleh pihak ketiga untuk keperluan bisnis mereka.

Data yang Buruk Dapat Rugikan Pengusaha

Ini bisa berarti Anda membuka toko di jalan yang sepi dari lalu lalang orang, atau menghasilkan pemasukan yang lebih rendah dari yang diharapkan. Atau, bisa juga dipandang sebagai kegagalan dalam mengoptimalkan aplikasi iOS atau Android dalam mengonversi pengguna baru. Tanpa kemampuan untuk memetakan dan mengatur data dengan benar, pengusaha akan kesulitan membangun solusi inovatif serta model bisnis alternatif.

Jadi bila Anda mengalami kegagalan dalam menjalankan startup, atau kas akhir tahun Anda berada di angka merah, jangan hanya mempertanyakan strategi bisnis tetapi lihat juga data Anda. 

Sumber: entrepreneur.com

Related Articles
Insight

Lahan Bisnis Bercita Rasa Khas Parahyangan

By Tim Editor18 November 2020 3 Mins Read
Insight

Buah Manis Kreasi Eco-Print dari Rumah Sendiri

By Tim Editor17 November 2020 3 Mins Read
Insight

Solusi Teknologi Berbasis Customer Orientation

By Tim Editor11 November 2020 3 Mins Read
Insight

Memulai Bisnis di Tengah Pandemi? Anda Hebat!

By Tim Editor16 September 2020 3 Mins Read
Insight

5 Tips Agar Bisnis Tetap Jalan Di Tengah Pandemi

By Tim Editor02 September 2020 3 Mins Read
Insight

Sekali Dayung Dua Bisnis Dijalani Sekaligus

By Tim Editor18 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Sudah Coba? Ini Dia Fintech yang Ngetren di Indonesia

By Tim Editor14 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

Kue Cokelat Obat Survive di Tengah Krisis

By Tim Editor13 Agustus 2020 3 Mins Read
Insight

PrintQoe.com Beberapa Kali Raih Penghargaan

By PrintQoe07 Agustus 2020 2 Mins Read
Insight

Susu Kambing Etawa, Dari dan Untuk Masyarakat Indonesia

By Tim Editor17 Juli 2020 3 Mins Read
Comments
Write Comment