Teknologi

Di Cina, Facial Recognition Terus Awasi Anda

By Tim Editor02 November 2018 2 Mins Read
28 0

OFiSKITA – Di Cina, layar raksasa menampilkan wajah pejalan kaki yang menyeberang, tanpa sadar mereka sedang diawasi. Tetapi bukan polisi yang melakukannya, justru kamera pengintai di sisi jalan yang dilengkapi dengan teknologi facial recognition terbaru. 

Teknologi ini disediakan oleh perusahaan lokal bernama Intellifusion, salah satu pemain pasar pengawasan canggih Cina. Di garis terdepan industri yang sedang booming ini ada dua startup Cina lainnya, SenseTime dan Megvii, yang sistem facial recognition bertenaga AI-nya diklaim sebagai yang paling kuat di dunia.

SenseTime dimulai sebagai proyek penelitian di Chinese University of Hong Kong. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2014 oleh profesor Tang Xiao'ou, seorang ahli di bidang teknologi visi komputer, dan anak didiknya, Xu Li, yang sekarang menjabat sebagai CEO. Hari ini Sense- Time adalah produk AI paling berharga di dunia. Startup ini mengantongi pendanaan senilai USD4,5 miliar.

Di lain sisi, Megvii adalah pencetus platform open source facial recognition terbesar di dunia, mereka menamainya Face++. Lebih dari 300.000 pengembang menggunakan Face++ untuk membuat program deteksi wajah. Didirikan pada tahun 2011 oleh tiga lulusan Universitas Tsinghua, Megvii mengklaim bahwa mereka ingin membangun 'mata dan otak' kota-kota di Cina dan memperkuat kepolisian.

Bagi pemerintah Cina, hal ini tidak hanya mampu mengidentifikasi 1,4 miliar warga negaranya dalam hitungan detik, tetapi juga dapat merekam perilaku seseorang untuk memprediksi ancaman. Untuk sampai kesana, pemerintah menjadi penyokong dan penerima manfaat perusahaan seperti Megvii dan SenseTime. Lebih dari 40 pasukan polisi kota, yang dikenal secara lokal sebagai Biro Keamanan Publik, telah membeli sistem pengawasan dari SenseTime. Perusahaan itu mengatakan teknologinya telah membantu polisi Guangzhou mengidentifikasi lebih dari 2.000 tersangka, menangkap lebih dari 800 orang, dan memecahkan hampir 100 kasus sejak tahun lalu.

Megvii, sementara itu, mendukung program pengawasan nasional negara dengan Skynet. Diluncurkan pada 2005, Skynet bertujuan menciptakan sebuah panoptik nasional dengan CCTV. Berkat Face++ yang menggabungkan jutaan kamera AI, mereka dapat menangkap sekitar 2.000 tersangka sejak tahun 2016.

Cina mengklaim teknologi seperti itu akan digunakan untuk melacak buronan dan menemukan orang hilang, tapi potensi penyalahgunaannya sudah jelas. Baik Sense-Time dan Megvii melepas tanggung jawab bagaimana teknologi mereka digunakan, mereka mengklaim diri mereka hanya sebagai pemasok, bukan pembuat keputusan. 

Bagi Luciano Floridi, Direktur Lab Etika Digital Universitas Oxford, kelalaian tanggung jawab ini bukanlah hal yang baik.

"Pembenaran untuk mengatakan 'Oh, kami hanya memproduksi alat' tidak benar," katanya.

Di AS, pada bulan Juli, Microsoft meneliti dan mengkomersilkan AI, dan mereka menyerukan pembentukan peraturan penggunaan teknologi facial recognition. Sementara itu, Axon yang sebelumnya Taser, membentuk dewan penasehat eksternal untuk memandu pengembangan AI-nya. (Sumber: Eamon Barett / fortune.com)

Related Articles
Teknologi

Jepang Gunakan AI Pada Mesin ATM

By Tim Editor07 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Startup AI Asal Korea Akan Lakukan Ekspansi ke Asia Tenggara

By Tim Editor06 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Kecerdasan Buatan Hasilkan Karya Seni Lukis Berharga

By Tim Editor05 November 2018 3 Mins Read
Teknologi

Penyandang Disabilitas Bebas Bergerak dengan Kursi Roda Canggih

By Tim Editor05 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Siaran Langsung VR pada Acara Pacuan Kuda

By Tim Editor05 November 2018 3 Mins Read
Teknologi

Cina Mulai Mengintegrasikan AI Pada Pesawat

By Tim Editor05 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Masa Depan E-Learning di Tangan AI

By Tim Editor02 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

Cara AI Pelajari Bahasa Seperti Anak Manusia

By Tim Editor01 November 2018 2 Mins Read
Teknologi

AI Bisa Deteksi Keaslian Berlian yang Anda Kenakan

By Tim Editor31 Oktober 2018 2 Mins Read
Comments
Write Comment