Insight

Dibanding Kemampuan Manusia, Kecerdasan Buatan Punya Banyak Kelemahan

By Tim Editor14 Januari 2019 2 Mins Read
927 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Adanya kekhawatiran seputar pengambilalihan pekerjaan oleh mesin ataupun robot dibantah oleh para peneliti, khususnya beberapa peneliti di University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika, yang menunjukkan adanya keterbatasan dari berbagai variasi percobaan yang dilakukan terhadap mesin deep learning. Dalam percobaan yang biasanya dilakukan manusia secara individu maupun secara berkelompok, penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata sistem tersebut mudah terkecoh karena secara substansial metode jaringan yang digunakan untuk mengidentifikasi objek dengan menggunakan visi komputer berbeda dari visi manusia.

Tiga percobaan pertama ditujukan untuk menemukan apakah perangkat bisa mengidentifikasi objek berdasarkan bentuknya. Dalam percobaan pertama, para psikolog menunjukkan gambar warna hewan dan benda yang telah diubah, pada salah satu jaringan deep learning (VGG-19). Misalnya, permukaan bola golf yang dipajang di atas poci teh, atau garis-garis zebra yang ditempatkan pada unta. Nyatanya, hanya lima dari 40 objek yang berhasil dijawab dengan benar oleh VGG-19.

Pada percobaan kedua, para psikolog menunjukkan gambar patung-patung kaca kepada VGG-19 dan kepada jaringan deep learning kedua, yang disebut AlexNet. Hasilnya kedua jaringan tersebut gagal mengidentifikasi patung-patung kaca. Para peneliti menyimpulkan bahwa manusia melihat seluruh objek, sementara jaringan AI mengidentifikasi fragmen objek.

Philip Kellman, seorang profesor psikologi UCLA dan penulis senior studi ini mengatakan “Studi ini menunjukkan bahwa sistem bisa menjawab dengan benar berdasarkan latihan, tanpa mempertimbangkan bentuk. Sementara bagi manusia, bentuk keseluruhan adalah yang utama untuk pengenalan objek, dan mengidentifikasi gambar dengan bentuk keseluruhan tampaknya sama sekali tidak ada dalam sistem deep learning." Hongjing Lu, seorang profesor psikologi UCLA sekaligus asisten penulis mengatakan bahwa sistem buatan itu bisa dikelabui dengan mudah, serta bahwa mekanisme pembelajaran mereka tidak lebih canggih daripada pikiran manusia.

Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa sistem deep learning hanya bisa bekerja berdasarkan data yang tersedia, sehingga bila data tidak ter-input dengan baik akan berujung dengan jawaban atau tanggapan yan tidak tepat. Dengan keterbatasan teknologi, saat ini AI baru bisa berkembang pada tahapan narrow AI/ weak AI, dimana pengolahan data  diterapkan untuk melakukan tugas-tugas yang terbatas seperti yang biasa Anda perintahkan kepada Siri, Cortana, dan Google Assistant. Sementara untuk general AI atau strong AI akan terus dikembangkan oleh para ilmuwan, dimana AI dapat belajar dan beradaptasi untuk nantinya melakukan tantangan atau tugas yang membutuhkan kecerdasan manusia.

Sumber: entrepreneur.com; tirto.id

Related Articles
Insight

Hubungan Erat Antara Data, Analitik, dan Insight

By Tim Editor20 Desember 2019 3 Mins Read
Insight

Bikin Notulen Ngga Perlu Ketak Ketik Lagi

By Tim Editor05 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Big Data Berkembang Pesat di Indonesia

By Tim Editor27 November 2019 2 Mins Read
Insight

Apa Itu Mesin Plotter & Fungsi dan Kelebihannya dalam Digital Printing

By PrinterQoe20 November 2019 3 Mins Read
Insight

Cari Tahu Ini Dulu Sebelum Uji Penetrasi

By Tim Editor18 November 2019 3 Mins Read
Insight

Pikir Dua Kali Sebelum Masukan Data Pribadi Anda Ke Dunia Maya

By Tim Editor18 November 2019 3 Mins Read
Insight

Pindah ke Cloud dengan SAP S/4HANA

By Tim Editor13 November 2019 2 Mins Read
Insight

Ubah Pelanggan Anonim Menjadi Setia dengan SAP C/4HANA

By Tim Editor12 November 2019 2 Mins Read
Insight

SAP SuccessFactors, Pemimpin dalam Solusi Cloud untuk SDM

By Tim Editor12 November 2019 4 Mins Read
Comments
Write Comment