Insight

Gerai-Gerai Kecil Mulai Geser Departement Store

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
4 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Perubahan gaya hidup serta cara berbelanja memaksa pengelola pusat perbelanjaan untuk mengubah strategi pemasaran mereka. Head of Research Jones Lang LaSalle, James Taylor, mengatakan secara keseluruhan tren ritel juga mulai bergeser dari departement store menjadi mini anchor dengan display yang instagramable. Tren ini terjadi akibat kebosanan masyarakat dengan tampilan department store yang begitu-begitu saja, padahal orang pergi ke mal sekarang ini justru untuk menjadikannya sebagai tempat rekreasi atau pertemuan bisnis.

Head of Advisory JLL Vivin Harsanto mengatakan bahwa orang tak lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk belanja, karena mereka lebih memilih untuk makan, ngobrol, atau ngopi. Itulah alasannya mengapa gerai-gerai mandiri dengan desain visual yang menarik akan jauh lebih ramai dikunjungi. Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mencontohkan seperti yang terjadi di Kemang Village dimana Matahari digantikan fast fashion seperti Uniqlo. Gerai-gerai mandiri Uniqlo, H&M, Ace Hardware dan tenant F&B hanya membutuhkan ruangan yang lebih kecil dibanding department store.

Sementara dari sektor makanan-minuman dengan tren pasar yang menyukai bubble tea, banyak tenant bubble tea yang juga dibuka di pusat-pusat perbelanjaan Jakarta. Sementara secara umum, kinerja pusat belanja di Jakarta selama kuartal III-2019 terpantau stabil dan cukup aktif terutama dari peritel F and B dan fashion. Secara nasional, pertumbuhan ekonomi pada 2019 diprediksi hanya mampu mencapai level 5,08%.  Angka tersebut berada di bawah target awal yang ditetapkan pemerintah sebesar 5,30%. Hal ini dikarenakan kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian, serta daya konsumsi masyarakat yang hanya bergerak tipis.

Sementara itu, sejauh ini menurut Kementerian Perdagangan pertumbuhan industri ritel modern di Tanah Air masih menunjukkan tren positif. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan konsumsi barang kebutuhan sehari–hari atau fast moving consumer goods (FCMG) yang menggembirakan dibandingkan dengan tahun lalu. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto mengatakan FCMG yang terdiri dari 58 kategori produk selama ini menjadi produk yang menjadi andalan penjualan ritel modern.

Sebagai catatan, konsumsi FCMG secara keseluruhan di Indonesia tumbuh sebesar 1,8% pada periode April 2018 - April 2019. Walaupun masih jauh dibandingkan angka inflasi, capaian tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan periode sebelumnya, April 2017 - April 2018 yang hanya tumbuh sebesar 1%. Terkait dengan pertumbuhan industri ritel di Tanah Air, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey sebelumnya memprediksi adanya pertumbuhan hingga 10% sampai dengan akhir 2019. Angka tersebut lebih tinggi dari klaim realisasi tahun lalu yang berada di kisaran 8% - 8,5%.

Sumber: properti.kompas.com; alinea.id; ekonomi.bisnis.com

Related Articles
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor20 hours ago3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mengapa Customer Insight Itu Penting?

By Tim Editor06 November 2019 2 Mins Read
Insight

Kenali Jenis-Jenis Invoice Dalam Transaksi Jual Beli

By Tim Editor04 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Adu Nyali Para Penantang Gojek & Grab

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Teknologi myveego Pecahkan Masalah Manajemen Armada

By Tim Editor04 November 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment