Insight

Google: Masuknya Huawei Dalam Daftar Hitam Bisa Bahayakan AS

By Tim Editor11 Juni 2019 2 Mins Read
8 0

Gambar: Mashable

OFiSKITA – Google menilai, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam (blacklist) terkait perdagangan justru membahayakan Negeri Paman Sam. Sebab, Huawei tetap menjalankan bisnisnya dengan menggunakan Android versi modifikasi atau hibrid. 

Langkah itu ditempuh Huawei karena tidak lagi bekerja sama dengan Google. Huawei saat ini tidak mendapat akses ke sistem operasi Android karena AS memasukkan perusahaan asal Tiongkok itu ke dalam daftar hitam.

Menurut Google, Android versi modifikasi yang dikembangkan Huawei lebih rentan untuk diretas. “AS berisiko menciptakan dua jenis sistem operasi Android, yakni versi asli dan hibrid. Yang hibrid cenderung memiliki lebih banyak bug dibanding milik Google, dengan demikian ponsel Huawei lebih berisiko diretas, tidak terkecuali oleh Tiongkok,” demikian kata salah seorang sumber di Google dikutip dari Financial Times, Jumat (7/6).

Karena itu, menurut Google, langkah pemerintah AS memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam terkait perdagagan bisa membahayakan keamanan negara. Apalagi, masyarakat tidak dilarang menggunakan ponsel Huawei. Kebijakan tersebut hanya melarang perusahaan AS bekerja sama dengan Huawei. 

Google menyampaikan, perusahaannya fokus menjaga keamanan pengguna. Karena itu, menurut Google, langkah pemerintah AS ini tidak tepat. “Kami memastikan, kami sepenuhnya mematuhi persyaratan dan lisensi sementara. Fokus kami adalah melindungi keamanan pengguna Google pada jutaan perangkat (handset) Huawei yang ada di AS dan di dunia,” ujarnya.

Adapun Huawei mengembangkan sistem operasi Android bernama Ark sejak 2012. Perusahaan teknologi asal Tiongkok ini juga sudah mendaftarkan beberapa merek dagang baru di European Union Intellectual Property Office (EUIPO), yakni Huawei ARK OS, Huawei ARK, ARK, dan ARK OS. Semua merek dagang ini diajukan pada 24 Mei lalu. 

Huawei membangun sistem operasi android tersebut menggunakan lisensi The Android Open Source Project (AOSP) yang tersedia secara gratis. Untuk mengakali ketiadaan akses ke Play Store, Huawei menggandeng toko aplikasi pihak ketiga, Aptoide. 

Pada awal Juni ini, Huawei juga meluncurkan fitur Ark Compiler yang diklaim bisa mempercepat kinerja Android hingga melebihi iOS. Compiler merupakan program komputer yang menerjemahkan urutan pernyataan yang ditulis dalam bahasa pemrograman. 

Selain Google, produsen chip seperti Intel, Qualcomm, Xilinx, dan Broadcom menghentikan kerja samanya dengan Huawei. Meski begitu, berdasarkan laporan Bloomberg, Huawei telah mengembangkan prosesor sendiri untuk smartphone buatan mereka, melalui HiSilicon Kirin.

 

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Google: Masuknya Huawei Dalam Daftar Hitam Bisa Bahayakan AS", https://katadata.co.id/berita/2019/06/07/google-masuknya-huawei-dalam-daftar-hitam-bisa-membahayakan-as

Penulis: Desy Setyowati 

Editor: Desy Setyowati

Related Articles
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Insight

Sudah Hadir! Medsos Bebas Iklan

By Tim Editor21 November 2019 3 Mins Read
Insight

Perusahaan Digital Raup Pasar Syariah

By Tim Editor18 November 2019 2 Mins Read
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor11 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Gerai-Gerai Kecil Mulai Geser Departement Store

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Adu Nyali Para Penantang Gojek & Grab

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment