Insight

Hasbi Cake's, Kue-nya Orang Rajagaluh

By Tim Editor03 Juli 2020 2 Mins Read
146 0

OFiSKITA - Menjadi orang tua tunggal dari tiga orang anak merupakan tanggung jawab besar bagi Penti Hamiati yang seorang lulusan SLTA. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan bagi buah hatinya, Penti menjual kue donat buatan sendiri yang dijajakan anak sulungnya di sekolah. Demi melancarkan usahanya mengumpulkan pundi-pundi, Penti tidak segan belajar membuat kue melalui demo dan les yang terjangkau, hingga akhirnya ia percaya diri menerima pesanan dalam jumlah besar. 

Namun untuk memudahkannya mengolah adonan dalam jumlah yang besar Penti membutuhkan mixer yang juga lumayan dari segi harga. Beruntung Penti adalah sosok yang positif dalam memandang sesuatu. Pola pikir yang mendorongnya berani mencicil mixer dalam jangka waktu tujuh bulan dan berhasil dilunasi. Kini ia sedang dalam proses mencicil mixer kedua untuk memenuhi kebutuhan usahanya yang kian berkembang.

BACA JUGA: Susu Kambing Etawa, Dari dan Untuk Masyarakat Indonesia

Singkat cerita, usaha rumahan Penti yang dimulai pada tahun 2015 berkembang bertahap namun pasti. Dengan ilmu yang didapat dari les serta peralatan yang memadai, Penti kini sudah bisa menerima pesanan kudapan (snack) dalam jumlah besar. Biasanya ia diminta untuk mengisi konsumsi pada acara sekolah, atau instansi pemerintahan seperti kantor kelurahan dan kecamatan, di wilayah tempat tinggalnya di Rajagaluh Majalengka.

Selain dibantu berjualan oleh buah hatinya, untuk urusan produksi Penti juga memiliki dua orang karyawan yang bertugas untuk mengemas kue  hingga membersihkan peralatan yang digunakan untuk membuat kue. Penti sendiri berperan sebagai penggerak yang sekaligus memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan sebagai pembuat kue layak pakai dan halal.  

BACA JUGA: Sabun Ramah Kulit Sensitif dari Moloka Farm Living

Sayangnya sampai dengan saat ini Penti masih menggunakan kemasan biasa yang di beli dari toko berupa plastik serta dus polos. Keinginan Penti untuk mencetak logo Hasbi Cake's di kemasan produknya belum terlaksana. Ia masih harus mencari tahu lebih jauh mengenai logo serta kemasan yang akan menjadi branding kue-kue buatannya. 

Di tengah situasi sulit pandemi seperti sekarang, usaha Penti masih bertahan begitupun halnya dengan dua orang karyawan yang membantunya. Ia berharap pandemi segera berakhir dan ekonomi kembali stabil, sehingga harga bahan baku pembuat kue lebih terjangkau. Penti juga bermimpi adanya bantuan modal untuk membuka toko kue di kampungnya. 

Sumber: Peserta CAP Astragraphia Batch 1-2020

Related Articles
Comments
Write Comment