Insight

Hewlett Packard Enterprise dan World Economic Forum Jawab Tantangan Pangan Dunia

By Tim Editor04 Desember 2018 2 Mins Read
1 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Hampir 800 juta orang di dunia mengalami kekurangan gizi kronis, dan 2 miliar kekurangan mikronutrien sementara jumlah peternakan sedang menurun. Ya, di luar sana ada banyak orang tidak bisa makan sesuka hati mereka seperti kita di sini. Tambahan lagi dengan terus bertambahnya populasi manusia seperti yang diperkirakan oleh PBB akan mencapai 8,5 miliar pada tahun 2030 nanti. Lain lagi dengan prediksi dari The World Economic Forum (the Forum) bahwa populasi manusia akan mencapai 9,8 miliar pada tahun 2050, sehingga kebutuhan pangan pun akan membengkak sebesar 70 persen dari yang dikonsumsi hari ini.

Ini alasan diluncurkannya Tech Impact 2030, sebuah kolaborasi antara Hewlett Packard Enterprise (HPE) dengan The World Economic Forum yang berfokus pada penggabungan teknologi, industri, dan pemerintah untuk menggerakkan perubahan pada tahun 2030 mendatang, dengan masalah pangan dan pertanian yang menjadi prioritas. Teknologi pertanian (ag-tech) dapat  berdampak pada hasil, produktivitas dan keberlanjutan melalui pertanian presisi, pertanian cerdas, keamanan pangan dan kemudahan dalam penelusuran, serta teknik penelitian makanan yang canggih seperti penggunaan produk hewan dan fenotipe.

Salah satu contohnya adalah kerja sama antara HPE dengan Universitas Purdue, salah satu lembaga akademis dan penelitian terkemuka di dunia pertanian. Mereka menghasilkan makanan, bahan bakar, dan serat secara lebih efektif daripada sebelumnya. Pendekatan revolusioner ini membangun pertanian yang cerdas melalui pertanian digital. Dengan memanfaatkan sejumlah besar data yang dikumpulkan dari platform, sensor IoT, sistem komputasi Edgeline serta drone, mereka mendapatkan insight yang dapat memberi tahu keputusan lebih cepat bagi petani.

Melalui Tech Impact 2030, HPE dan Forum bersama-sama saling mendukung untuk mengatasi masalah global ini. Ini mengingatkan kembali pada tahun 1960, ketika Dave Packard, salah satu pendiri HPE mengatakan bahwa “Orang-orang berkumpul sebagai institusi sehingga mereka dapat menyelesaikan sesuatu secara kolektif yang tidak dapat mereka selesaikan secara terpisah. Mereka mampu melakukan sesuatu yang berharga dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.”

Sumber: HPE

Related Articles
Insight

Pengembangan Perangkat Lunak yang Akan Mendominasi Di Tahun Ini

By Tim Editor14 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Peran Pemerintah Dibutuhkan dalam Implementasi Drone

By Tim Editor11 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Perangkat Baru Google Identifikasi Kata Sandi yang Tidak Aman

By TIm Editor06 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Selain Gaming, AR Juga Dapat Digunakan untuk 6 Hal Ini

By Tim Editor04 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Masa Depan E-Learning di Tangan AI

By Tim Editor01 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Perkembangan Seni Percakapan di Era Kecerdasan Buatan

By Tim Editor31 Januari 2019 2 Mins Read
Insight

Startup yang Ubah Pakaian Lama Menjadi Bahan Baku

By Tim Editor30 Januari 2019 2 Mins Read
Insight

Mitos Seputar Teknologi yang Banyak Dipercaya Orang

By Tim Editor30 Januari 2019 2 Mins Read
Insight

4 Alasan Blockchain Kerap Dipakai oleh Perusahaan

By Tim Editor28 Januari 2019 3 Mins Read
Insight

ASEAN Berbondong-bondong Kembangkan 5G

By Tim Editor24 Januari 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment