Insight

Huawei Tanpa Android, Apa Jadinya?

By Tim Editor28 Mei 2019 2 Mins Read
28 0

Gambar: Scroll.in

OFiSKITA – Baru-baru ini, pemerintah AS memasukkan Huawei dalam daftar hitam yang akan menyulitkan mereka untuk membeli peralatan buatan supplier asal AS. Hal ini berdampak pada Google menghentikan akses Huawei untuk teknologi Android, kecuali yang tersedia sebagai open source.

Kepada Reuters, Google menyatakan bahwa pengguna eksis ponsel Huawei tetap bisa mengunduh dan memperbarui aplikasi yang disediakan oleh Google.

Untuk saat ini, Google masih mengizinkan Google Play dan proteksi keamanan Google Play Protect tetap berfungsi di perangkat Huawei yang saat ini tersedia. Huawei juga tetap memiliki akses ke sistem operasi Android yang tersedia dengan lisensi sumber terbuka (open source), yang diberi nama Android Open Source Project. Versi Android tersebut tersedia secara gratis bagi siapapun yang ingin memanfaatkannya.

Namun ke depan, Google akan berhenti menyediakan Huawei akses, bantuan teknis, dan kolaborasi atas aplikasi dan layanan milik Google.

Aplikasi populer Google seperti Gmail, YouTube, dan Chrome yang saat ini ada di perangkat pintar produksi Huawei tidak akan tersedia di perangkat Huawei selanjutnya. Dengan begini, Huawei otomatis tidak bisa memperbarui perangkat lunaknya serta melakukan perawatan rutin dan penggantian hardware. Pengguna smartphone Huawei juga mungkin akan sulit memperbarui sistem operasional Android miliknya.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan keadaan darurat nasional dan melarang perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki risiko keamanan nasional, termasuk Huawei.

Disisi lain, Huawei tidak menunjukkan kepanikannya. Mereka menegaskan sudah bertahun-tahun mempersiapkan diri karena tahu skenario AS saat ini bakal terjadi.

Anak perusahaan Huawei untuk desain chip HiSilicon melontarkan bahwa perusahaan tengah mereka membuat rencana cadangan agar bisa terus berdiri. Rencana cadangan tersebut langsung dipakai ketika Huawei masuk daftar hitam perdagangan.

Selama ini, AS dan Cina saat ini terlibat dalam perang dagang, di mana kedua negara saling memberlakukan tarif impor tinggi bagi produk impor dari negara yang lain. Pemerintahan Donald Trump juga gencar melobi negara-negara lain, terutama sekutu terdekatnya, untuk tidak menggunakan peralatan Huawei di jaringan komunikasi canggih 5G.

Sumber: Tempo, Bisnis.com, Kumparan, Radar Malang

Related Articles
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Insight

Sudah Hadir! Medsos Bebas Iklan

By Tim Editor21 November 2019 3 Mins Read
Insight

Perusahaan Digital Raup Pasar Syariah

By Tim Editor18 November 2019 2 Mins Read
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor11 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Gerai-Gerai Kecil Mulai Geser Departement Store

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Adu Nyali Para Penantang Gojek & Grab

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment