Insight

IMF dan Bank Dunia Rilis Mata Uang Virtual untuk Internal

By Tim Editor15 April 2019 3 Mins Read
3 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia meluncurkan blockchain pribadi dan kuasi mata uang virtual (quasi-cryptocurrency) yang disebut learning coin atau koin untuk pembelajaran. Langkah ini diambil guna memahami teknologi ini. Financial Times melaporkan, learning coin tersebut hanya bisa diakses oleh internal IMF dan Bank Dunia. Oleh karena itu, cryptocurrency ini tidak memiliki nilai moneter apapun karena tidak diperdagangkan seperti bitcoin dan lainnya.

Perwakilan IMF menyampaikan perkembangan aset kripto dan distributed ledger technology atau blockchain sangat cepat. “Hal ini memaksa bank sentral, regulator dan lembaga keuangan untuk mengakui adanya jurang keilmuan pembuat kebijakan, ekonom dan teknologi,” demikian dikutip dari Financial Times.

Oleh sebab itu, learning coin berfungsi sebagai hub untuk pengetahuan yang tertuang dalam bentuk tulisan, riset, video dan presentasi. “Proyek ini menjembatani kesenjangan itu dan membentuk basis pengetahuan yang kuat dari teknologi di antara IMF dan staf Bank Dunia,” demikian dikutip. Selama masa uji coba, staf Bank Dunia dan IMF yang memiliki pengetahuan tertentu akan mendapatkan learning coin. Hany, tidak dijelaskan rinci pengetahuan ataupun edukasi tertentu yang dimaksud. Nantinya, learning coin ini bisa ditukarkan dengan hadiah.

Dengan percobaan ini, Bank Dunia dan IMF mempelajari pemanfaatan aset cryptocurrency untuk kehidupan sehari-hari. Perwakilan IMF mengatakan, proyek ini dilakukan untuk pengetahuan, bukan bias. Aplikasi ini adalah prototipe yang bertujuan untuk menunjukkan hal baik dan buruk dari teknologi.

Maka dari itu, IMF dan Bank Dunia bakal mengadopsi teknologi yang menyertai aset cryptocurrency. Teknologi itu seperti blokchain dan kontrak pintar (smart contract) guna mengantisipasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan meningkatkan transparansi.

Aset cryptocurrency di Indonesia

Di Indonesia, aset cryptocurrency sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 99 Tahun 2018 yang dirilis pada 20 September 2018. Aset kripto ditetapkan sebagai komoditi yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka.

Dengan aturan ini, kripto bisa diperdagangkan di bursa berjangka dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Bappebti pun merilis Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 diatur mengenai ketentuan teknis penyelenggaraan pasar fisik aset kripto di bursa berjangka.

Regulasi ini mengatur persyaratan yang lebih spesifik tentang perdagangan aset kripto, seperti persyaratan permodalan bagi bursa berjangka, lembaga kliring berjangka, dan pedagang fisik aset kripto. Selain itu, sistem sarana perdagangan dalam jaringan wajib memenuhi persyaratan sertifikasi ISO 27001 (Information Security Management System) diatur.

Bappebti harus memberikan persetujuan supaya aset kripto dapat dijualbelikan. Persetujuan bakal keluar setelah pemenuhan syarat teknis seperti market cap dan jenisnya, aset kripto utilitas atau beragun aset. Dalam rangka jaminan ketersediaan aset kripto, mekanisme penyimpanannya melalui hot storage maupun cold storage. Sementara itu, untuk keamanan dana, rekening atas nama pedagang aset kripto harus terpisah pada lembaga kliring berjangka.

Sumber: katadata.co.id

Related Articles
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Insight

Sudah Hadir! Medsos Bebas Iklan

By Tim Editor21 November 2019 3 Mins Read
Insight

Perusahaan Digital Raup Pasar Syariah

By Tim Editor18 November 2019 2 Mins Read
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor11 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Gerai-Gerai Kecil Mulai Geser Departement Store

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Adu Nyali Para Penantang Gojek & Grab

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment