Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
106 0

Gambar: lifestyle.okezone.com

OFiSKITA - Boomingnya profesi vlogger atau blogger beberapa tahun belakangan ini melahirkan sebuah istilah baru yaitu influencer yang belakangan laris dimanfaatkan oleh brand sebagai sarana promosi mereka. Ya, meng-endorse seorang influencer sekarang ini tampaknya lebih menguntungkan, karena dengan biaya yang terjangkau semua follower para influencer tersebut sudah hampir pasti terpapar dengan produk dari brand tersebut. Bila dikaitkan dengan ilmu marketing, dikenal adanya Key Opinion Leader (KOL) dimana seseorang dipandang ahli dalam bidang tertentu. Dan KOL ini sudah ada jauh sebelum kemunculan influencer. Bedanya dengan dulu, dengan internet sekarang jangkauan KOL bisa lebih luas lagi.

Selintas mungkin Anda menganggap bahwa influencer dan KOL sama saja, akan tetapi sejatinya ada perbedaan diantara keduanya. Bila influencer menggunakan pengaruhnya di jagad maya (melalui YouTube, Instagram atau blog pribadi) untuk mempromosikan sesuatu, maka KOL tidak memiliki keharusan untuk selalu eksis di sosial media, bahkan malah tidak perlu sama sekali. Seseorang tidak akan pernah menjadi KOL sampai publik mengenali pengetahuan dan keterampilan individu tersebut di bidang tertentu. Tidak jarang juga influencer yang ada sekarang mengambil inspirasi dari para KOL yang membantu mereka membentuk opini mereka di masa lalu.

Contoh mudahnya adalah Tasya Farasya yang merupakan beauty influencer dengan subscriber YouTube hampir 3 juta orang. Latar belakang Tasya adalah sekolah kedokteran yang tidak ada hubungan dengan kosmetik. Meski begitu hobinya berdandan mengantarkan Tasya menjadi beauty vlogger terpandang saat ini, sehingga berbagai produk mengantri untuk diulas. 

Sedangkan contoh dari KOL adalah seorang ahli kimia yang paham betul mengenai setiap kandungan dari kosmetik dari sisi ilmiah. Orang ini akan menjadi tempat bertanya untuk mengonfirmasi apa efek hingga fungsi bahan-bahan tertentu terhadap kulit. Pada akhirnya, setiap pemasaran yang sukses tergantung pada seberapa baik Anda memilih influencer atau KOL. Anda mungkin tergoda untuk bekerja dengan KOL karena namanya sering terdengar, namun bisa jadi pengaruhnya di media sosial tidak sekuat pengaruh influencer. Rasanya akan lebih baik bila Anda mencari sosok kombinasi KOL sekaligus influencer

Sumber: pmyb.co.uk; pmyb.co.uk

Related Articles
Insight

Visa Hadirkan Contactless Payment di McD

By Tim Editor24 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Trik Menjadi Pemimpin di Era Disruptif

By Tim Editor24 Desember 2019 3 Mins Read
Insight

Bangkitnya Voice Search untuk Optimalisasi Web

By Tim Editor18 Desember 2019 3 Mins Read
Insight

Maksimalkan InstaStory Anda untuk Jualan

By Tim Editor11 Desember 2019 0 Mins Read
Insight

Cetak Akrilik Display untuk Event dan Media Promosi

By Tim Editor10 Desember 2019 3 Mins Read
Insight

Cara Mencari Tahu Penilaian Publik Tentang Produk Baru Anda

By Tim Editor05 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Rangkul Pelanggan B2B dengan Cara Berikut

By Tim Editor04 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Banyak Orang Salah Paham tentang E-commerce B2B

By Tim Editor03 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Konten Menarik, Eksposure Naik dengan Digital Influencer

By Tim Editor28 November 2019 2 Mins Read
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment