Insight

Jurus Taklukkan Tantangan Manufaktur Industry 4.0

By Tim Editor22 April 2019 3 Mins Read
14 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Revolusi Industri Keempat atau Industry 4.0 adalah istilah umum yang merujuk pada perubahan yang terjadi dalam rantai industri. Perubahanri yang didukung oleh teknologi ini menawarkan otomatisasi dan komputerisasi untuk mengatur dan mengelola semua proses standar manufaktur dari mulai pembuatan prototipe, pengembangan, produksi, logistik, pasokan, dan lain sebagainya.

Tidak mudah memang beralih dari sistem yang sudah berjalan selama puluhan tahun menjadi sepenuhnya terotomatisasi. Dibutuhkan adanya sinergi antara kebijakan dari para pemegang keputusan dengan semua pihak yang terlibat untuk menaklukkan tantangan ini.

  • Kepemimpinan yang tidak sinergis sehingga membuat koordinasi lintas divisi menjadi membingungkan

  • Masalah kepemilikan data saat memilih vendor pihak ketiga untuk dijadikan host dalam operasional data perusahaan

  • Kurangnya keberanian untuk meluncurkan rencana digitalisasi

  • Kurangnya kemampuan sumber daya manusia internal dalam mengimplementasikan pengembangan dan pemberlakuan Industry 4.0

  • Kesulitan dalam mengintegrasikan data dari berbagai sumber untuk konektivitas

  • Banyak pabrik yang masih beroperasi dengan jaringan yang tidak saling terhubung

  • Risiko keamanan yang semkain besar. Pabrik rentan terhadap serangan siber yang bisa menyebabkan hilangnya waktu operasional hingga dampak signifikan terhadap pendapatan dan laba

  • Kebutuhan akan skalabilitas. Industry 4.0 akan membutuhkan sejumlah besar perangkat yang saling terhubung, ditambah dengan sejumlah besar data yang harus dikumpulkan dan dianalisis. Itu membutuhkan jaringan TI dan keahlian keamanan TI.

Dengan adanya tantangan tersebut, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh, yaitu:

1. Tenaga kerja multi generasi dan peningkatan kemampuan

Penelitian dari Institut Manufaktur dan Deloitte memperkirakan mungkin ada sebanyak 2 juta pekerjaan manufaktur yang tidak terisi pada tahun 2025, dikarenakan generasi Baby Boomer memasuki masa pensiun, semnetara tidak ada cukup pekerja yang terampil untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.

Peneliti menyarankan untuk mengembangkan kemitraan dengan sekolah dan perguruan tinggi perdagangan lokal, dan menerapkan program pendampingan dan magang internal. Kemitraan ini tidak hanya bermanfaat bagi remaja dan dewasa muda yang memasuki industri, tetapi juga bagi karyawan berpengalaman yang ingin meningkatkan keterampilan mereka.

2. Transformasi digital pada bagian penjualan dan pemasaran

Produsen harus lebih adaptif terhadap pelanggan, yang berarti inovasi dan kelincahan bisnis adalah kuncinya. Kebiasaan berbelanja B2B akan terus bergeser dan tren pemasaran akan terus berkembang.

3. Otomatisasi dan robotika di bidang manufaktur

Otomasi yang terintegrasi dengan baik memiliki kemampuan untuk memajukan pabrik menjadi lebih baik, sementara menerapkan teknologi ini secara strategis adalah tantangannya. Lini produksi yang benar-benar terhubung memiliki titik data di seluruh gudang dan bersama-sama mereka membuat volume informasi yang luar biasa.

Untuk berkembang di era baru yang kaya data ini, pabrikan perlu meningkatkan penambangan data dari lantai pabrik. Dipasangkan dengan sistem perangkat lunak pintar, teknologi-teknologi baru ini membuatnya lebih mudah untuk menemukan efisiensi, menetapkan tenaga kerja, dan menyeimbangkan berbagai elemen dari sistem yang kompleks, berdasarkan pada informasi waktu nyata.

Sumber: infopulse.com; cisco.com; thomasnet.com

Related Articles
Insight

Intip Masa Depan Industri Pengadaan B2B

By Tim Editor28 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Halal Industry, Here We Come!

By Tim Editor20 Mei 2019 2 Mins Read
Insight

Teknologi Usang Ancam Keamanan Manufaktur

By Tim Editor22 April 2019 2 Mins Read
Insight

Implementasi Customer Experience di Era Industry 4.0

By Tim Editor22 April 2019 3 Mins Read
Insight

Arah & Tujuan Industri Manufaktur Di Masa Depan

By Tim Editor25 Maret 2019 2 Mins Read
Insight

Tantangan Perkembangan IoT di Indonesia

By Tim Editor01 Maret 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment