Insight

Kemendagri Jalin Kerja Sama Soal Data Kependudukan

By Tim Editor23 Desember 2019 3 Mins Read
45 0

Gambar: swa.co.id

OFiSKITA - Ditjen Dukcapil Kemendagri menggandeng PT Jelas Karya Wasantara untuk menyediakan platform bersama e-Know Your Customer (KYC). Penandatanganan ini dilakukan oleh Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dengan Dirut PT Jelas Karya Wasantra (VeriJelas), Alwin Jabarti Kiemas. Melalui  kerja sama ini, VeriJelas menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang diberikan hak akses dalam pemanfaatan data NIK KTP elektronik dan foto wajah.

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa platform bersama ini bisa mewadahi bank, koperasi, hingga rumah sakit untuk memverifikasi data nasabah dengan menggunakan data Dukcapil. Apalagi dengan adanya ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sudah memerintahkan seluruh lembaga perbankan melakukan verifikasi know your customer (KYC) berbasis nomor induk kependudukan atau NIK. 

Dengan kolaborasi ini nantinya verifikasi data seperti pengisian formulir identitas, pencocokan KTP, foto, atau pemindaian tidak lagi dilakukan secara manual. Apalagi mengingat geliat Bidang Jasa Keuangan juga telah merambah ke start-up pembayaran, jasa pinjam-meminjam berbasis teknologi, perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan (crowd-funding), uang elektronik dan lain sebagainya yang mana sangat bergantung pada proses yang cepat, mudah dan aman sebagai kunci peningkatan transaksi digital.

Kolaborasi strategis ini merupakan inisiatif yang sejalan dengan kebijakan pemerintah lewat POJK Nomor 12-POJK.01-2017 yang mengatur mengenai penerapan program anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di sektor jasa keuangan. Zudan menambahkan pentingnya perekaman data penduduk agar bisa berguna di semua sektor, dari layanan publik hingga penegakan hukum. Ia percaya, data yang direkam dengan apik akan melindungi seluruh masyarakat.

e-KYC untuk Data Pasien 

Zudan menyatakan bahwa e-KYC yang berbasis data kependudukan ini akan memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan secara lebih luas. Bila pasien melakukan pengobatan dengan berpindah RS, sudah ada dokumentasi medis dan pengobatan yang tercatat. Bahkan untuk individu merupakan difabel daksa atau mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa menggunakan sidik jari, bisa melalui face recognition atau pengenalan wajah. Dalam rangka membangun layanan rumah sakit terintegrasi, rencanayan e-KYC akan diterapkan di 33 rumah sakit besar di Indonesia, diantaranya RS Pusat Otak Nasional, (Jakarta), RSCM (Jakarta), RSUD Dr Soetomo (Surabaya), RSUP Dr Sardjito (Yogyakarta), RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo (Makassar). 

Kemendagri Jamin Tidak Ada Kebocoran Data

Menanggapi kekhawatiran tentang penyalahgunaan data kependudukan, Zudan memastikan bahwa kerja sama ini adalah untuk verifikasi data kependudukan, dan tidak ada data yang dibuka. Jadi misalnya seseorang yang akan membuka rekening bank tentu harus mengisi data NIK, nomor telepon dan sebagainya. Data itulah yang nantinya akan dicocokan dengan data Dukcapil melalui platform e-KYC. Selain bekerja sama dengan VeriJelas, sebelumnya Kemendagri juga memiliki kesepakatan dengan dua perusahaan lain dalam hal pemanfaatan data kependudukan, yaitu Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Perbarindo. 

Sumber: kompas.com; kontan.co.id; swa.co.id

Related Articles
Insight

Solusi Praktis Bagi Kebutuhan Cetak Perbankan

By PrintQoe08 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Adaptasi Digital Marketing Di Masa Pandemi

By Tim Editor07 Juli 2020 3 Mins Read
Insight

Bicara Bisnis Lebih Aman dengan WebEx Meetings

By Tim Editor30 April 2020 3 Mins Read
Insight

WhatsApp Segera Tambah Kuota Partisipan Video Call

By Tim Editor21 April 2020 3 Mins Read
Insight

6 Cara Mempromosikan Produk Bisnis Baru Kepada Calon Pelanggan

By PrintQoe20 April 2020 5 Mins Read
Comments
Write Comment