Insight

Kenalan dengan Berbagai Macam Jenis Investor

By Tim Editor29 Maret 2019 2 Mins Read
39 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA – Jika tempo hari kita membahas mengenai P2P Lending, maka ada baiknya jika Anda juga mengetahui jenis-jenis investasi serta investor lainnya ketika berencana membangun bisnis atau startup.

Pendanaan atau funding merupakan hal penting bagi perkembangan sebuah sebuah startup. Dalam sebuah pendanaan biasanya ada beberapa investor yang akan menyuntikan dana. Investor merupakan orang atau pihak yang akan mendanai bisnis atau startup Anda. Investor dapat memberikan uang sebagai modal usaha dalam berbagai jenis pendanaan sesuai dengan tujuan, jumlah, dan penyedianya. 

Terdapat empat istilah investor startup yang sangat populer di Indonesia. Apa saja itu?

Angel Investor 

Istilah ini ditujukan pada seorang atau sekelompok investor yang ingin berinvestasi dengan memberikan dana pribadinya untuk mendanai sebuah startup. Biasanya seorang atau sekelompok angel investor akan meminta timbal balik dengan cara bagi hasil atau saham pada bisnis Anda. Dana yang diberikan oleh angel investor biasanya tidak terlalu besar, berkisar puluhan hingga ratusan juta.

Contoh di Indonesia: Angel-eQ Network, Victor Fungkong (CEO PT Indonusa Dwitama), Danny Oei Wirianto (CMO GDP Venture).

Inkubator

Kebanyakan inkubator berbentuk perusahaan yang memberikan modal finansial dan juga membantu mengarahkan bisnis Anda. Mereka tak sungkan memberi berbagai macam ilmu seperti pemasaran, manajemen finansial, manajemen SDM, dan lainnya demi kemajuan dan keberlangsungan bisnis Anda. Anda akan dibimbing langkah demi langkah dan akan dilepas jika sudah siap. Dana yang diinvestasikan oleh inkubator biasanya berkisar mulai dari ratusan juta.

Contoh di Indonesia: Indigo Incubator, Skystar Ventures, IDX Incubator, Kolaborasi.

Venture Capital

Venture Capital atau VC merupakan perusahaan yang mengumpulkan dana dari pihak-pihak terbatas untuk diinvestasikan ke perusahaan yang masih dalam tahap awal pengembangan atau pertumbuhan atau startup. 

Contoh di Indonesia: East Venture, CyberAgent Venture

Private Equity

Private Equity (PE) biasanya hadir pada saat IPO (Initial Public Offering) atau pada saat tahap akhir pendanaan startup. PE akan membeli penuh perusahaan yang sudah ada di tahap akhir, untuk kemudian dikelola oleh investor itu sendiri. Biasanya, butuh waktu 5-10 tahun sebelum akhirnya startup memberanikan diri untuk mengikuti IPO.

Contoh di Indonesia: Patrick Waluyo (Northstar), Gita Wiryawan (Ancora) dan Edwin Soeryajaya (Saratoga)

Sumber: Pinterpreneur, Digination.id, DailySocial

Related Articles
Insight

Hubungan Erat Antara Data, Analitik, dan Insight

By Tim Editor20 Desember 2019 3 Mins Read
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Insight

Sudah Hadir! Medsos Bebas Iklan

By Tim Editor21 November 2019 3 Mins Read
Insight

Perusahaan Digital Raup Pasar Syariah

By Tim Editor18 November 2019 2 Mins Read
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor11 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mengapa Customer Insight Itu Penting?

By Tim Editor06 November 2019 2 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment