Insight

Konsumen Indonesia Hobi Install Aplikasi Belanja, Tapi Tidak Belanja

By TIm Editor29 Juli 2019 2 Mins Read
17 0

Gambar: Pixabay

OFiSKITA - Hasil penelitian pasar menunjukkan adanya sebuah tren baru dari tren belanja online, yaitu bahwa konsumen sekarang menyukai mobile window shopping. Data tersebut berdasarkan temuan dari Liftoff, sebuah platform di bidang pemasaran dan penargetan ulang aplikasi seluler yang bekerja sama dengan Adjust, perusahaan yang bergerak di bidang pengukuran seluler (mobile measurement) dan pencegahan kecurangan (fraud prevention) dalam Laporan Aplikasi Belanja Seluler 2019.  

Dengan cakupan riset yang menjangkau empat kawasan (Asia-Pasifik, Amerika Utara, Amerika Latin, serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), laporan dari Liftoff menunjukkan bahwa tahun 2019 ini dianggap sebagai tahun kejayaan perdagangan seluler. 

Dalam laporannya, Liftoff menyebut Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik dalam hal akuisisi dan perilaku pengguna terhadap aplikasi belanja seluler. Hal ini dikarenakan tingginya ekspansi penggunaan internet serta pertumbuhan perdagangan daring (online commerce).

Baik di Indonesia maupun di seluruh kawasan Asia-Pasifik, Liftoff menemukan bahwa pengguna internet cenderung terbuka dalam mengeksplorasi berbagai aplikasi belanja, ini dilihat dari peningkatan tingkat registrasi serta biaya akuisisi yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Bila melihat pola belanja konsumen e-commerce di Indonesia, mereka biasanya memakan waktu yang lama untuk bergerak dari instalasi ke pembelian, dengan rata-rata waktu mencapai 1 hari, 19 jam, dan 31 menit.

Laporan gabungan Liftoff dan Adjust juga menyebutkan terjadi penurunan cukup besar pada fase pembelian, dengan cost-per-first-purchase di Asia-Pasifik mengalami kenaikan sebesar 13,3% menjadi USD31,26, diikuti dengan rendahnya tingkat konversi pada angka 10,1%.

Fenomena tersebut dapat mengindikasikan adanya tren berbelanja yang lebih besar, yaitu adanya permintaan terhadap adanya pengalaman berbelanja yang lebih ramah pengguna. Harga, interaksi dengan penjual, serta kekhawatiran akan kemampuan penjual dalam memenuhi pesanan juga dipandang penting oleh para pembelanja seluler.

Sumber: autotekno.sindonews.com; teknologi.bisnis.com; wartaekonomi.co.id

Related Articles
Insight

Perpu E-commerce Sudah Final, Pelaku Dagang Harap Tertib!

By Tim Editor06 Januari 2020 3 Mins Read
Insight

Sah! Investree Tanam Saham di MBiz

By Tim Editor06 Januari 2020 3 Mins Read
Insight

Business Intelligence untuk Startup di 2020, Perlu Lebih Diseriusi

By Tim Editor03 Januari 2020 2 Mins Read
Insight

Content Hack untuk E-Commerce

By Tim Editor02 Januari 2020 2 Mins Read
Insight

Wishlist Bisa Akali Penjualan yang Turun di Musim Libur

By Tim Editor27 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Cybercrime Ancam Fintech, Mobile Banking & e-Commerce di 2020

By Tim Editor26 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Rangkul Pelanggan B2B dengan Cara Berikut

By Tim Editor04 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Uniknya Karakteristik Ecommerce B2B Dibandingkan dengan B2C

By Tim Editor04 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

Banyak Orang Salah Paham tentang E-commerce B2B

By Tim Editor03 Desember 2019 2 Mins Read
Insight

DANA - Blue Bird Sekarang Jalan Bareng

By Tim Editor25 November 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment