Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
5 0

Gambar: cnbcindonesia.com

OFiSKITA - Setelah dinobatkan menjadi salah satu perusahaan decacorn beberapa waktu lalu, Grab saat ini tengah menantikan lisensi dari Otoritas Moneter Singapura (MAS) yang diharapkan terbit pada Mei 2020, untuk menjalankan bisnis bank digital. Berbeda dengan bank konvensional, operasional bank digital dilakukan secara online melalui platform dan tidak akan memiliki kantor cabang seperti bank konvensional.

Senior Managing Director of Grab Financial Group, Reuben Lai mengatakan Grab bahwa disamping ingin memberikan layanan keuangan yang lebih luas bagi konsumen, juga tertarik untuk mendapatkan lisensi perbankan digital. Saat ini Grab sedang mempelajari dengan sangat hati-hati rencana tersebut.

Lisensi Bank Digital di Singapura

Terkait dengan lisensi bank digital, Singapura memang membuka kesempatan bagi perusahaan teknologi dan non-perbankan untuk mendirikan bank digital. Otoritas Moneter Singapura (MAS) berencana akan menerbitkan lima lisensi bank digital, yang terdiri dari dua lisensi bank digital penuh dan tiga lisensi bank digital grosir, untuk melayani usaha kecil menengah (UKM) dan segmen non-ritel lainnya. 

Perwakilan MAS menjelaskan bahwa pemohon bank digital juga harus beroperasi di Singapura, dikendalikan oleh orang Singapura, dan berkantor pusat di Singapura. Pendaftar juga harus memenuhi sejumlah kriteria kelayakan, termasuk menunjukkan bahwa mereka dapat mengelola bisnis perbankan digital secara berkelanjutan, dan menunjukkan pengalamannya dalam sektor teknologi atau e-commerce.

Sementara itu, untuk perbankan digital wholesale dapat dikendalikan oleh orang Singapura atau entitas asing. Adapun sektor perbankan Singapura selama ini didominasi oleh tiga bank lokal besar yakni DBS Group, Oversea-Chinese Banking Corp, dan United Overseas Bank. Keputusan MAS untuk menerbitkan lisensi-lisensi itu muncul setelah Otoritas Moneter Hong Kong memberikan delapan lisensi perbankan virtual. Lisensi virtual didominasi oleh pemberi pinjaman besar seperti HSBC, Standard Chartered, dan berbagai bank Tiongkok.

Menyoal apakah Grab juga akan meluncurkan bank digital di Indonesia, Reuben mengatakan bahwa itu terkait dengan pengembangan pasar dari mitra layanan keuangan mereka yaitu OVO. Saat ini sebenarnya Grab sebetulnya sudah bekerja sama dengan perbankan untuk menyalurkan pinjaman di luar Indonesia. Kerja sama semacam itu pun tengah dipertimbangkan di Indonesia. Namun belum adan penjelasan lebih lanjut mengenai kemungkinan tersebut, termasuk soal bank yang berencana diajak kolaborasi. 

Sumber: cnbcindonesia.com; katadata.co.id

Related Articles
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor19 hours ago3 Mins Read
Insight

Apa Yang Perlu Diperhatikan untuk Kebutuhan Cetak Perbankan?

By PrinterQoe07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Gerai-Gerai Kecil Mulai Geser Departement Store

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Adu Nyali Para Penantang Gojek & Grab

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Teknologi myveego Pecahkan Masalah Manajemen Armada

By Tim Editor04 November 2019 2 Mins Read
Insight

Manfaat Software Ekspedisi untuk Bisnis Kurir Anda

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment