Insight

Menilik Perkembangan B2B E-Commerce di Indonesia

By Tim Editor13 November 2018 2 Mins Read
32 0

Gambar: dailysocial.id

OFiSKITA – Sejak awal, layanan e-commerce di Indonesia banyak menawarkan konsumen pengguna akhir, atau konsep B2C. Namun sebuah studi mengungkapkan bahwa tren e-commerce di Indonesia mulai bergeser dari B2C menjadi B2B. Namun, bagaimana sebenarnya bentuk bisnis B2B?

Dikutip melalui website trendingbisnis.com, model layanan e-commerce B2B berfokus pada penjualan produk atau layanan perusahaan yang ditawarkan perusahaan lain. Jadi, model e-commerce ini hubungan perusahaan di pihak pemasok dan pelanggan. Contohnya adalah kebutuhan kantor seperti komputer, barang elektronik, kertas, dan ATK. Salah satu faktor mengapa model ini diminati adalah efisiensi dan pengalaman konsumen yang lebih ditingkatkan. 

Dari survei yang dilakukan DailySocial kepada 2000 responden dari berbagai daerah di Indonesia, mereka menemukan bahwa 65,40% responden memahami bentuk bisnis B2B, sedangkan 34,60% responden mengatakan mereka tidak paham bentuk bisnis B2B. Sebanyak 57,37% responden menyatakan bahwa mereka sering mendengar istilah B2B e-commerce dan 42,68% menyatakan bahwa mereka tidak pernah mendengar istilah tersebut.

DailySocial menemukan bahwa Alibaba merupakan bisnis B2B e-commerce yang paling populer di Indonesia, padahal, Alibaba sendiri belum beroperasi di Indonesia.  Saat ini, banyak platform B2B e-commerce bermunculan di Indonesia seperti Bhinneka Bisnis, Bizzy, dan Mbiz.

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia telah meningkat selama lima tahun terakhir, hal ini didorong oleh empat perubahan struktural dalam industri. Pertama, peningkatan penetrasi smartphone. Kedua, angka kelas menengah di Indonesia tengah meningkat. Ketiga, setidaknya sebesar USD2,5 miliar investasi dikucurkan untuk platform e-commerce
,oleh perusahaan Cina dan Barat terkemuka. Terakhir, evolusi infrastruktur pembayaran memungkinkan pelanggan membayar tanpa rekening bank. 

Indonesia telah lama membuntuti rival regionalnya yang lebih besar, Cina dan India. Di satu sisi, peningkatkan bisnis B2B di India didorong oleh kemajuan teknologi dan kemunculan 1000 startup baru pada tahun 2017 di negara tersebut. 

Menurut Tech in Asia, dikutip dari laporan Nasscom, sebagian besar startup baru yang muncul di India bergerak di segmen B2B. India kini memiliki lebih dari 5.000 startup, menjadikannya ekosistem startup terbesar ketiga di dunia.

Saat ini, model bisnis e-commerce B2B belum menjadi yang lumrah di Indonesia. Meski di Indonesia masih didominasi oleh model bisnis B2C, para pemain terus memaksimalkan inovasi untuk layanan untuk bisnis B2B e-commerce.

Sumber: DailySocial, MetroTV News

Related Articles
Insight

Aturan Mendasar dalam Menjalin Pertemanan di Dunia Kerja

By Tim Editor14 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Pengembangan Perangkat Lunak yang Akan Mendominasi Di Tahun Ini

By Tim Editor14 Februari 2019 3 Mins Read
Insight

Lengkapi Mesin DocuCentre Anda Dengan DocuWorks

By Tim Editor14 Februari 2019 1 Mins Read
Insight

DocuCentre SC2020, Kecil Tapi Berkinerja Besar

By Tim Editor14 Februari 2019 0 Mins Read
Insight

“KligMe”, Solusi Dokumen Mandiri untuk Perkembangan Pendidikan di Indonesia

By Astragraphia Document Solutions13 Februari 2019 0 Mins Read
Insight

3 Printer Pilihan untuk UMKM

By Tim Editor12 Februari 2019 1 Mins Read
Insight

Ramadan: Peluang Besar Tim Marketing Anda

By Tim Editor13 Februari 2019 2 Mins Read
Insight

Mudah Dapatkan Ruang Meeting Terbaik dan Mewah Lewat Smartphone

By SpotQoe12 Februari 2019 4 Mins Read
Insight

Bagaimana Menangani Keluhan Pelanggan

By PrinterQoe12 Februari 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment