Insight

Menjamurnya Layanan Streaming di Asia Tenggara

By Tim Editor30 September 2019 2 Mins Read
6 0

Gambar: Google

OFiSKITA – Internet telah mengubah cara kita menonton acara televisi (TV) dan video. Saat ini, program olahraga dan berita dapat ditonton secara online, baik dengan live streaming atau mengunduhnya untuk dapat ditonton lain waktu. Acara TV dan film juga dapat ditonton kapan saja, tanpa harus menunggu channel TV menayangkannya. Istilah untuk platform hiburan baru ini dinamai 'video-on-demand' (VOD).

Laporan yang diterbitkan oleh Dataxis memperkirakan bahwa Asia Tenggara akan memiliki empat juta akun langganan video-on-demand (SVOD) berbayar pada tahun 2019. Jumlah ini diperkirakan akan tumbuh menjadi 6,2 juta pelanggan pada tahun 2022. 

Menurut itu, 29% orang Asia Tenggara telah memperbaiki broadband di lingkungan rumah mereka agar dapat menikmati layanan ini. Sementara untuk layanan seluler, diperkirakan akan ada pertumbuhan sebesar 45% pelanggan pada tahun 2019, dan diperkirakan akan meningkat 62% pada tahun 2022. Dataxis menyatakan bahwa kunci keberhasilan SVOD adalah akses luas ke kawasan internet dan peran penggunaan internet seluler.

Banyak yang menafsirkan SVOD telah mengganggu industri penyiaran konvensional, hal ini dibuktikan dengan Netflix sebagai pemegang pangsa pasar tertinggi di wilayah Asia Tenggara.

Di Asia Tenggara, konten dan harga layanan SVOD masih merupakan faktor utama bagi konsumen. Karena itu, pemain regional seperti iflix, masih berjaya dengan memiliki banyak jumlah pelanggan dibanding platform lain. 

Sementara itu, pemain regional lain seperti HOOQ dan Viu juga menawarkan berbagai pilihan mulai dari konten lokal hingga serial atau film produksi sendiri, Bersama dengan iflix, mereka telah memposisikan diri di wilayah ini sebagai pilihan platform SVOD yang kredibel.

Menurut Brice Longnos, analis industri di Strategy Analytics, jenis konten inilah yang mendorong keberhasilan iflix, HOOQ dan Viu di Asia Tenggara.

iflix baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan perusahaan asal Malaysia, Media Prima Television Networks, untuk mengintegrasikan layanan streaming ke platform mereka. Aliansi menjadi tonggak penting dan dorongan besar untuk penawaran konten lokal di iflix. 

Sumber: The ASEAN Post

Related Articles
Insight

Produk Halal Bakal Kuasai Pasar Indonesia

By Tim Editor11 November 2019 3 Mins Read
Insight

Mei 2020 Grab Akan Jalankan Bisnis Bank Digital

By Tim Editor07 November 2019 2 Mins Read
Insight

Pertimbangan Startup Tahap Awal Dalam Melakukan Rekrutmen

By Tim Editor07 November 2019 3 Mins Read
Insight

Bisnis B2B Belum Sepenuhnya Berbasis Data

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Jangan Salah Pilih Antara Influencer dengan Key Opinion Leader

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Gerai-Gerai Kecil Mulai Geser Departement Store

By Tim Editor01 November 2019 2 Mins Read
Insight

Adu Nyali Para Penantang Gojek & Grab

By Tim Editor31 Oktober 2019 2 Mins Read
Insight

Keselamatan & Keamanan Kerja Dimulai dari Lingkungan Internal

By Tim Editor15 November 2019 3 Mins Read
Insight

Teknologi myveego Pecahkan Masalah Manajemen Armada

By Tim Editor04 November 2019 2 Mins Read
Comments
Write Comment